Selasa, 26 Mei 2026

 

PAW Anggota BPD Desa Bandok Resmi Dilantik, Camat Wanasaba Tekankan Sinergi Jelang Tahun Politik Desa



Wanasaba – Pemerintah Kecamatan Wanasaba menggelar acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bandok, yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bandok, Kecamatan Wanasaba.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, anggota BPD, Tim Pendamping Profesional (TPP), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan unsur kelembagaan desa lainnya.

Dalam prosesi pelantikan, Camat Wanasaba, Arfanny Muammar Masany atas nama Bupati Lombok Timur secara resmi melantik Muksin, S.Pd sebagai anggota BPD PAW menggantikan Yusli Malindera, S.Pd dari keterwakilan Dusun Bandok Daya untuk masa jabatan periode 2019–2027.

Dalam sambutannya, Camat Wanasaba menegaskan bahwa BPD dan Pemerintah Desa merupakan dua unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, desa akan mampu tumbuh menjadi kuat, maju, dan berkembang apabila kedua lembaga tersebut dapat berjalan seimbang dan melaksanakan fungsi masing-masing sesuai regulasi yang berlaku.

“BPD dan Pemerintah Desa harus sama-sama kuat dan sama-sama menjalankan tugas serta fungsinya dengan baik. Jika keduanya berjalan harmonis, maka pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat akan berjalan optimal,” ujarnya.

Camat Wanasaba. Arfanny juga menyoroti tahun 2026 sebagai momentum politik penting di tingkat desa, di Kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Wanasaba. Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Wanasaba, sebanyak 12 desa direncanakan akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2026 atau 2027, menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah.

Dalam situasi tersebut, peran BPD dinilai sangat strategis sebagai lembaga penyeimbang dan penyalur aspirasi masyarakat agar proses demokrasi desa tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun jangan sampai perbedaan itu meruntuhkan pondasi pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini sudah terbangun dengan baik di Desa Bandok,” tegasnya.

Kepada anggota BPD PAW yang baru dilantik, Camat berpesan agar segera melakukan penyesuaian dan memahami berbagai regulasi yang menjadi dasar tugas dan kewenangannya sebagai anggota BPD.

“Dalam melaksanakan tugas jangan sampai salah kamar. Harus memahami mana tugas eksekutif dan mana tugas pengawasan. BPD tidak boleh melakukan intervensi terlalu jauh terhadap pelaksanaan pemerintahan desa,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Camat menitipkan amanah kepada Pemerintah Desa, BPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas Desa Bandok menghadapi berbagai tahapan demokrasi desa ke depan.

“Jaga Desa Bandok ini dengan baik. Apapun proses demokrasi yang akan berjalan nantinya, jangan sampai merusak kebersamaan dan kekuatan desa yang telah dibangun selama ini,” pungkasnya. (Adhi)


Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts