Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

 

PAW Anggota BPD Desa Bandok Resmi Dilantik, Camat Wanasaba Tekankan Sinergi Jelang Tahun Politik Desa



Wanasaba – Pemerintah Kecamatan Wanasaba menggelar acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bandok, yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bandok, Kecamatan Wanasaba.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, anggota BPD, Tim Pendamping Profesional (TPP), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan unsur kelembagaan desa lainnya.

Dalam prosesi pelantikan, Camat Wanasaba, Arfanny Muammar Masany atas nama Bupati Lombok Timur secara resmi melantik Muksin, S.Pd sebagai anggota BPD PAW menggantikan Yusli Malindera, S.Pd dari keterwakilan Dusun Bandok Daya untuk masa jabatan periode 2019–2027.

Dalam sambutannya, Camat Wanasaba menegaskan bahwa BPD dan Pemerintah Desa merupakan dua unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, desa akan mampu tumbuh menjadi kuat, maju, dan berkembang apabila kedua lembaga tersebut dapat berjalan seimbang dan melaksanakan fungsi masing-masing sesuai regulasi yang berlaku.

“BPD dan Pemerintah Desa harus sama-sama kuat dan sama-sama menjalankan tugas serta fungsinya dengan baik. Jika keduanya berjalan harmonis, maka pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat akan berjalan optimal,” ujarnya.

Camat Wanasaba. Arfanny juga menyoroti tahun 2026 sebagai momentum politik penting di tingkat desa, di Kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Wanasaba. Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Wanasaba, sebanyak 12 desa direncanakan akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2026 atau 2027, menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah.

Dalam situasi tersebut, peran BPD dinilai sangat strategis sebagai lembaga penyeimbang dan penyalur aspirasi masyarakat agar proses demokrasi desa tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun jangan sampai perbedaan itu meruntuhkan pondasi pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini sudah terbangun dengan baik di Desa Bandok,” tegasnya.

Kepada anggota BPD PAW yang baru dilantik, Camat berpesan agar segera melakukan penyesuaian dan memahami berbagai regulasi yang menjadi dasar tugas dan kewenangannya sebagai anggota BPD.

“Dalam melaksanakan tugas jangan sampai salah kamar. Harus memahami mana tugas eksekutif dan mana tugas pengawasan. BPD tidak boleh melakukan intervensi terlalu jauh terhadap pelaksanaan pemerintahan desa,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Camat menitipkan amanah kepada Pemerintah Desa, BPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas Desa Bandok menghadapi berbagai tahapan demokrasi desa ke depan.

“Jaga Desa Bandok ini dengan baik. Apapun proses demokrasi yang akan berjalan nantinya, jangan sampai merusak kebersamaan dan kekuatan desa yang telah dibangun selama ini,” pungkasnya. (Adhi)


Rabu, 21 Mei 2025


Wanasaba - Lahirnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih disetiap desa dihajatkan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha bersama, program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, memanfaatkan potensi lokal, dan membangun struktur ekonomi yang dikelola oleh dan untuk masyarakat, selain itu juga Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan inflasi dan harga kebutuhan pokok di desa.

Setelah beberapa desa telah berhasil mendirikan atau membentuk Koperasi Desa Merah Putih, kini giliran Desa Tembeng Putik menyelenggarakan musyawarah desa khusus yakni untuk membahas dan menyepakati poin-poin penting dalam pembentukan koperasi tersebut. Badan permusyawaratan desa (BPD), pemerintah desa dan unsur masyarakat lainnya merumuskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Tembeng Putik dengan rangkaian agenda yakni Pemilihan Pengurus dan Pengawas, Pembahasan permodalan yaitu menetapkan Simpanan Pokok dan Wajib serta permodalan lainnya, Pembahasan bidang usaha dan rencana kerja, Penetapan domisili kantor Koperasi dan menerima masukan dan saran dari peserta musyawarah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tembeng Putik, Drs. Fahmi dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah desa akan mendukung sepenuhnya lembaga-lembaga ekonomi yang ada di desa baik itu Koperasi desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah lebih dulu terbentuk, “kita akan punya dua lembaga ekonomi di desa yakni Koperasi dan BUMDes, tentu pemerintah desa akan dukung sepenuhnya” ungkapnya, untuk itu ia meminta kepada pengurus koperasi desa yang akan terpilih untuk bertekad mengembangkan, memajukan serta bertanggungjawab atas keberlangsungan koperasi tersebut, tidak boleh setengah-setengah menjadi pengurus, karena menurutnya pemerintah pusat sangat serius dan sungguh-sunguh ingin mengembangkan koperasi desa merah putih diseluruh Indonesia,”kita minta pengurus nanti jangan setengah-setengah, jangan setengah hati, jangan ditengah perjalanan ditinggalkan, harus tanggungjawab, jika tidak mampu silahkan belajar” pintanya.

Sementara itu kasi PMD kecamatan Wanasaba, Herman, SH mengungkapkan bahwa koperasi desa merah putih merupakan interuksi presiden yang harus segera dilaksanakan oleh pemerintah desa, untuk itu ia berharap kepada semua masyarakat desa tembeng putik untuk turut terlibat dan ambil bagian dalam proses maupun dalan pengelolaan koperasi desa merah putih, dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan koperasi merah putih tersebut sangat diharapkan,”mari kita sama-sama dukung koperasi kita ini, karena koperasi ini tentu akan sangat bermanfaat jika dikembagnkan dengan baik” pungkasnya.

Musyawarah desa khusus yang diselenggarakan ini berlangsung di aula Kantor Desa Tembeng Putik pada rabu (21/5), turut hadir dalam agenda khusus tersebut adalah Kapolsek Kecamatan Wanasaba, Babinsa, Bahabinkamtibmas, Tim TPP Kecamatan Wanasaba, beserta perwakilan kelompok masyarakat lainnya. (adhi)


Selasa, 20 Mei 2025

 


Wanasaba - Dalam rangka pelaksanaan instruksi Presiden Nomor. 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP), badan permusyawaratan desa (BPD) dan Pemerintah desa Bandok Kecamatan Wanasaba menggelar musyarah desa khusus pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bertempat di Aula Kantor Desa Bandok Kecamatan Wanasaba pada selasa (20/5), musyawarah desa ini khusus membahas dan menyepakati tentang beberapa poin penting yang diantaranya Pemilihan Pengurus dan Pengawas, pembahasan permodalan yakni menetapkan Simpanan Pokok dan Wajib, Pembahasan bidang usaha dan rencana kerja, Penetapan domisili kantor Koperasi serta menerima Masukan dan saran dari peserta musyawarah.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Camat Wanasaba, Indar Jaya Kusuma mengingatkan agar pengurus yang akan terpilih supaya dapat menjalankan tugas dengan baik dan memegang teguh amanah yang diberikan oleh masyarakat,“Siapapun yang diamanahkan menjadi pengurus agar benar-benar dapat mengabdikan diri untuk masyarakat banyak dengan membangun dan mengembangkan koperasi desa ini” harapnya, serta masyarakat juga diharapkan untuk dapat berkontribusi kepada pengurus dengan memberikan ide dan atau masukan kepada pengurus terutama terkait potensi dan sumber daya yang dapat dikembangkan oleh koperasi.

 

Lebih jauh, mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa Di Lingkup Setda Kabupaten Lombok Timur itu memaparkan tujuan dari pembentukan koperasi desa merah putih yang diantaranya memperkuat swasembada pangan, pemerataan ekonomi, menjadikan desa sebagai pilar pembangunan ekonomi untuk Indonesia emas ditahun 2045 serta mengoptimalkan potensi desa, disamping itu juga koperasi tersebut dapat  melaksanakan kegiatan ekonomi lainnya seperti menampung hasil panen desa, penyediaan sembako, simpan pinjam dan klinik desa, dalam hal peran menampung hasil pertanian didesa diharapkan koperasi desa dapat menekan kegiatan renternir ataupun tengkulak yang seringkali memmanfaatkan ketidak berdayaan masyarakat, “dengan lahirnya koperasi desa ini kendala kendala masyarakat secara ekonomi dapat teratasi”, pungkasnya.

Sementara itu diitempat yang sama Kepala Desa Bandok Mujib HM dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia telah mengikuti beberapa kali sosialiasi terkait koperasi desa yang merupakan program pemerintah pusat yang dalam realisasinya koperasi desa merah putik wajib dibentuk oleh pemerintah desa karena merupakan interuksi presiden republik Indonesia,”mau tidak mau, suka tidak suka ya harus kita bentuk Karena ini interuksi presiden” paparnya, untuk itu ia berharap kepada para peserta musyawarah agar apabila ditunjuk atau dipilih menjadi salah satu pengurus supaya tidak ada yang menolak, karena menurutnya, menjadi pengurus merupakan kesempatan untuk berkontribusi kepada desa dan masyarakat, “jika bapak ibu terpilih supaya tidak ada yang menolak karena ini merupakan kepentingan bersama, demi kemajuan desa” pintanya.

Turut hadir dalam musyawarah tersebut yakni utusan dari Dinas Kopersi dan UKM Kabupaten Lombok Timur, seluruh jajaran BPD, TPP Kecamatan Wanasaba, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta beberapa perwakilan kelompok masyarakat desa Bandok. (adhi)


Kamis, 17 April 2025


Sekdes Mamben Baru (Kiri), TPP Desa Tengah, Sekdes Bandok (Kanan)

Wanasaba - Kondisi saat ini, digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan karena era sudah beralih secara sporadis menjadi berbasis IT, ber-platform digital, maraknya penggunaan smartphone dan lain sebagainya. Desa didorong bertransformasi menjadi desa digital oleh pemerintah pusat, melalui Permendesa PDT No. 2 Tahun 2024 tentang petunjuk oprasional atas fokus penggunaan dana desa tahun 2025 selain penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan Desa yang adaptif terhadap Perubahan Iklim, peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan, dukungan program ketahanan pangan, pengembangan potensi dan keunggulan Desa, pembangunan berbasis padat karya tunai, pemerintah desa juga wajib mengalokasikan anggaran untuk program kegiatan pemanfaatan teknologi dan informasi untuk percepatan implementasi Desa digital dalam APBDes tahun 2025, demikian dikatakan Muliadi PLD Kecamatan Wanasaba Lombok Timur.

Menurutnya, Konsep Desa Digital secara langsung menawarkan berbagai manfaat bagi masyarakat desa, teknologi Informasi dan komunikasi memungkinkan masyarakat desa untuk lebih terhubung dengan dunia luar, memberikan akses ke sumber daya yang sebelumnya sulit diakses. Desa Digital membawa harapan besar bagi pembangunan pedesaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Namun, kata dia tanpa komitmen dan kesungguhan pemerintah desa tentu desa akan sulit untuk mencapai potensinya secara maksimal, pemerintah desa dan masyarakat harus mendukung secara penuh untuk mewujudkan Desa Digital yang tidak hanya modern, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan lokal dan memberdayakan masyarakat desa secara menyeluruh.

Saat ini, Desa Mamben Baru dan Desa Bandok melalui dana desa tahap satu memulai mewujudkan desa digital yang langkah awalnya dengan membuka website resmi desa, karena web desa tersebut sebagai upaya meningkatkan akses informasi publik, “Situs web desa menjadi pintu gerbang informasi publik yang lebih mudah diakses, masyarakat dapat memperoleh informasi terkait kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah desa secara cepat dan akurat. Hal ini menghilangkan hambatan jarak dan waktu, sehingga masyarakat dapat memantau kinerja pemerintah desa kapan saja dan di mana saja” jelasnya

Sementara itu Sekdes Mamben Baru Ahmad Mulyadi menjelaskan bahwa Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan desa untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik, dengan sistem administrasi berbasis digital, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan administratif seperti pembuatan KTP atau izin usaha secara online, penggunaan teknologi ini mengurangi birokrasi yang berbelit-belit dan meningkatkan transparansi dalam tata kelola keuangan desa, “kita akan terus berbenah untuk memberikan proses yang lebih mudah kepada masyarakat, misalnya saja masyarakat bisa membuat surat ijin usaha dari rumah, atau mencetak KK dan berbagai keperluan administrasi lainnya dari rumah tanpa harus menunggu lama dikantor desa” jelasnya

Kini, sambungnya, bahwa Desa Mamben Baru melalui dana desa tahap satu sudah menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras secara bertahap, Infrastruktur teknologi yang dibutuhkan dalam sistem informasi desa meliputi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komputer, serta sumber daya manusia yang terampil dalam bidang teknologi informasi. Ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai akan mempermudah pemerintah desa dalam mengelola data dan informasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja pemerintah desa dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,”untuk menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) tentu akan kita selenggarakan pelatihan untuk semua perangkat desa” pungkasnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh sekdes Desa Bandok, Syaiful Bahri, ia menjelaskan bahwa Website desa dapat digunakan diantaranya untuk media pelayanan publik dan manajemen informasi desa, karena bersifat daring (online), masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi seperti berita desa, transparasi dana desa, produk desa dan informasi lain seputar desa” ungkapnya

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa memungkinkan produk-produk desa dipasarkan secara lebih luas, hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda yang lebih familiar dengan teknologi digital, langkah ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di desa, mendukung pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Dalam proses pembangunan teknologi desa seperti membuat aplikasi ataupun website desa resmi, hal tersebut dapat dilakukan secara paralel tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur rampung karena pengembangannya dapat dilakukan terlebih dahulu. Aplikasi atau website desa akan menjadi platform tata kelola desa yang menawarkan sejumlah layanan seperti sistem informasi pembangunan desa, administrasi, kependudukan, pelayanan publik, anggaran, dan berbagai layanan lainnya.

Tidak hanya itu, dipastikan pula fitur yang tersedia mudah diakses sehingga tidak menyulitkan masyarakat desa dalam menggunakan dan mengakses platform tersebut, “dalam bidang ekonomi misalnya dalam web tesebut akan ada fitur “Lapak Desa” yang akan menampilkan seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat, melalui fitur ini UMKM atau produk lokal dapat dipasarkan melalui web ini, mulai dari nama, jenis produk, lokasi dan lainnya dapat di lacak secara detail oleh pihak konsumen” tutupnya (Adhi).

Selasa, 07 November 2023

 



Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan kepala desa menjadi kunci dalam percepatan pembangunan. Menurutnya, pola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang paling efektif menggunakan metode replikasi. Menteri yang disapa Gus Halim ini menjelaskan pola replikasi yang dimaksud yakni, mencontoh keberhasilan satu desa untuk diimplementasikan di desa lainnya. Namun, pola ini tentunya perlu disesuaikan dengan karakteristik geografis maupun budaya masing-masing desa.

"Modifikasi itu supaya implementasinya tidak hanya sekadar menjiplak, tanpa menyesuaikan dengan kondisi objektif masing-masing," jelas Gus Halim dalam keterangan tertulis, Selasa (7/11/2023). Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan Workshop Replikasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Jakarta, Senin (6/11).

Gus Halim mengungkapkan masing-masing desa tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan begitu, success story suatu desa tidak dapat direplikasi secara langsung ke desa lainnya. Terlebih Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan kebhinekaan. Oleh karena itu, ia meminta kepala desa untuk terus melakukan inovasi atau yang disebut dengan istilah amati, tiru dan modifikasi (ATM) dengan menyesuaikan kebutuhan desa masing-masing. Sebab, kepala desa menjadi figur yang dipercaya karena dipilih melalui proses seleksi panjang yang tidak kalah ketat dengan bupati maupun gubernur.

Di samping itu, kepala desa mendapat otoritas untuk melakukan pembangunan di desa."Karena posisinya itulah maka kunci dari seluruh proses dan keberhasilan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa itu ada di kepala desa. Ini sudah kita buktikan ketika kepala desa bagus maka desanya pasti bagus," pungkasnya.

Diketahui, Workshop Replikasi (P3PD) Subkomponen 2B berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan sistem akuntabilitas sosial. Workshop ini diikuti sebanyak 774 peserta termasuk yang hadir secara daring. Para peserta terdiri dari Kepala Dinas PMD, Kepala Desa, dan Pendamping Desa.

Sumber:https://news.detik.com/berita/d-7023621/mendes-kades-kunci-keberhasilan-pembangunan-pemberdayaan-desa.



Minggu, 17 Juli 2022

 


Ziat Wijaya, S.Sos. (Lurah Suryawangi)

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kelurahan Suryawangi Resmi ditutup yang ditandai  dengan membunyikan sirene oleh Lurah Suryawangi pada minggu malam bertempat di Kantor Lurah Suryawangi (17/7), STQ yang digelar mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Juli itu melombakan Cabang lomba Tilawatil Alquran dan Tahfiz Alquran tingkat anak-anak dan dewasa. Adapun tujuan diselenggarakannya STQ tingkat kelurahan Suryawangi adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengalaman isi kandungan Al-Quran serta memilih peserta terbaik di Kelurahan Suryawangi yang nantinya diikutsertakan pada MTQ tingkat Kecamatan Labuhan Haji. Pada STQ ke-27 yang diikuti oleh peserta dari tujuh lingkungan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Hakam, lingkungan Loang Sawak keluar sebagai juara umum pertama, kemudian disusul oleh linkungan Dasan Bantek menduduki peringkat ke-dua dan lingkungan Lengkok menyandang predikat juara umum ke-tiga.

Lurah suryawangi, Ziyat Wijaya, dalam sambutannya kembali mengatakan bahwa kendati waktu persiapan penyelenggaraan STQ itu relative singkat namun kegitan tersebut dapat diselenggarakan secara maksimal, hal ini dikarenakan atas  kerja keras dan kekompakan panitia penyelenggara serta dukungan masyarakat suryawangi secara umum,”atas kerja keras, kekompakan panitia dan dukungan masyarakat suryawangi, Alhamdulillah penyelenggaraan STQ ini dapat kita laksanakan dengan baik” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ziat Wijaya yang kini memasuki bulan ketiga memimpin Kelurahan Suryawangi merasa ada kedekatan emosional dengan warga masyarakat, untuk itu ia berharap hubungan baik tersebut dapat terbina secara berkelanjutan sebagai modal utama membangun Suryawangi kearah yang lebih baik, “walaupun baru tiga bulan, semacam ada kemisteri dengan warga masyarakat Suryawangi, kedekatan emosional mulai terjalin dengan masyaratakat”, sebutnya. Jalinan kemisteri yang dimakasud adalah dalam konteks dirinya sebagai Lurah dan warga masyarakat suryawangi yang dipimpinnya memiliki ikatan dan harmoni untuk menjalani kehidupan bersama mewujudkan Kelurahan Suryawangi yang aman, nyaman dan sejahtera.

Diakhir sambutannya, Ziat Wijaya yang pernah menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Haji itu menekankan kepada para peserta STQ untuk tidak puas dengan perolehannya saat ini, apa yang diraih pada STQ kali ini merupakan tangga awal kearah yang lebih tinggi, ia berharap kepada para pemenang untuk terus mengasah kemampuannya agar menjadi Qori’ Qori’ah, Hafiz Hafizah terbaik, baik ditinkgat kecamatan, kabupaten bahkan ke tingkat nasional agar dapat menjadi kebanggaan keluarga khususnya dan warga masyarakat Suryawangi pada umumnya, sedangkan yang belum beruntung saat ini, ia berharap untuk tidak putus asa, tidak berkecil hati, akan tetapi kegagalan ini harus dijadikan cambuk dan semangat untuk terus belajar dan belajar mengembangkan potensi yang dimiliki, “yang belum beruntung jangan putus asa tapi harus tetap belajar mengembangkan kemampuan diri” pintanya. (Adhi)

 


Selasa, 08 Maret 2022

 

Dari MUSRENBANG KECAMATAN WANASABA.

Camat Wanasaba minta Kades Sukseskan Vaksinasi Dan Manfaatkan Peluang.

 

Wanasaba, SAD - Sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok timur, Kecamatan wanasaba telah sukses melaksanakan musrenbang pada selasa (8/3) kemaren, kegiatan tersebut dihadiri oleh semua Kepala Desa, BPD, Tokoh Masyarakat dan Kelompok Perempuan dari 14 desa se kecamatan wanasaba juga turut hadir seluruh TPP Kecamatan Wanasaba beserta unsur-unsur terkait dari unit dinas lainnya yang berada di Kecamatan Wanasaba. Kegaitan musrenbang merupakan sarana strategis sebagai forum untuk menghimpun dan mempertautkan usulan dari desa dengan program prioritas kabupaten, usulan hasil musrenbang ditingkat kecamatan diharapkan sebagai  bahan masukan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun  RENJA (Rencana Kerja) OPD tahun 2023 yang akan dibahas lebih lanjut dalam Forum OPD.

Dalam sambutannya Camat Wanasaba Yusri, S.Sos  menyinggung soal keterbatasan anggaran pemerintah daerah yang berdampak pada kondisi kantor camat yang butuh perbaikan karena dianggap sudah sangat meperihatinkan, “Kantor camat kita juga butuh anggaran untuk perbaikan, namun karena keterbatasan anggaran kabupaten terutama di masa pandemi Covid-19, belum mendapatkan bantuan, maka kami juga belum mampu melakukan perbaikan” jelasnya, selain itu juga Camat Wanasaba memaparkan soal progress pelaksanaan Vaksinasi sesuai arahan Bupati Lombok Timur yang menargetkan target delapanpuluh persen (80%) capaian Vaksinasi di masing-masing kecamatan, untuk itu ia  meminta kerja sama semua pihak untuk dapat mencapai target tersebut terutama bagi kepala desa yang berada diwilayah pemerintah kecamatan, “Mohon Pak Kepala marilah dengan kerja bersama, kita pasti akan bisa, untuk mencapai target kita”, harapnya.

Sementara itu kaitannya dengan pembangunan ditingkat desa, Yusri juga menekankan kepada para Kepala Desa untuk lebih kreatif, inovatif dalam memanfaatkan peluaang-peluang yang ada untuk melakukan terobosan dengan OPD terkait untuk menjemput program-program yang telah ada diberbagai OPD untuk kemajuan pembangunan desa, “Kepala desa yang memiliki peran penting dalam kegiatan ini, silahkan menggunakan setrategi, apakah pakai loncat kijang atau loncat katak silahkan saja” pintanya. Ia mendorong semua kepala desa untuk tidak selalu berdiam diri dikantor, namun harus agresif untuk mengintif beberapa program yang ada, baik ditingkat kabupaten, provinsi maupun pusat, “Jangan kita duduk saja dikursi kita, tanpa kita mencari peluang-peluang yang ada ditingkat kabupaten, provinsi maupun pusat” imbuhnya.


Ditempat yang sama, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Lombok Timur, M. Khairul Fathi, menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan siklus penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang juga bagian dari tahapan setelah musrenbang desa, siklus ini juga menurutnya harus tetap dilaksanakan setiap tahun. Musrenbang juga merupakan sarana dalam rangka melaksanakan proses dan sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengusulkan berbagai kegaiatan yang tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah desa dan dapat dilaksanakan oleh  pemerintah daerah. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa usulan-usulan dari desa sebenarnya sudah masuk dan telah di entri melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) oleh masing-masing desa, namun kehadiran pihaknya dalam musrenbang tersebut untuk memastikan kembali dari sekian banyak usulan yang diusulkan, kegiatan mana yang menjadi prioritas utama, “kedatangan kami untuk memastikan kegiatan mana yang menjadi prioritas” jelasnya. Dan kegitan-kegiatan yang diusulkan yang menjadi prioritas utama juga akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia ditingkat kabupaten. Adhi




 


Senin, 15 November 2021

 Ditulis Oleh : MULIADI

Praktik Pemadaman Api Di Lapangan Umum Rajawali Suryawangi


 

Lombok Timur, SAD – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar-mat) Kabupaten Lombok Timur melaksanakan Bimbingan Teknis Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan serta RJP sekaligus Pengukuhan Tim Balakar di Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini terselenggara atas Kerjasama Dinas Damkar-mat dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Suryawangi.

Dalam sambutannya, Ketua LPMK Suryawangi, Muliadi, mengatakan bahwa kegiatan Bimtek tersebut sudah lama direncanakan, mengingat  Kelurahan Suryawangai merupakan wilayah yang memiliki sejarah kelam soal kebencanaan, selain gempa bumi, kejadian luar biasa (KLB), juga pernah terjadi bencana kebakaran. Pada sekitar tahun 1980an dibeberapa lingkungan pernah dilanda kebakaran yang cukup hebat, masyarakat kehilangan harta benda, hewan ternak juga menimbulkan traumatic yang merupakan dampak psikologis bagi warga masyarakat Suryawangi, sehingga sangat penting bagi masyarakat diberikan pengetahuan soal pencegahan kebakaran, “peristiwa kebakaran masalalu dibeberapa lingkungan kelurahan suryawangi tidak boleh terulang Kembali, untuk itu bimtek ini merupakan upaya pencegahan” sebutnya.

Bimtek yang diselenggarakan pada Senin (15/11) ini, sebagai bentuk upaya pelibatan Lembaga-lembaga kemasyarakatan Kelurahan Suryawangi dalam melakukan upaya-upaya pencegahan, untuk itulah Bimtek ini diikuti oleh semua unsur lembaga kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Suryawangi seperti LPMK, TSBK, Karang Taruna serta Satuan Linmas. Lebih jauh, Muliadi mengemukakan dalam sambutannya pada acara pembukaan Bimtek tersebut pada umumnya kebakaran lebih sering terjadi akibat kelalaian manusia  atau human error sehingga masyarakat harus terkapasitasi dengan pengetahuan soal bencana kebakaran,”kita tidak mungkin mengundang seluruh masyarakat terlebih dimasa pandemic Covid-19 ini, untuk itulah kami mengundang Lembaga-lembaga yang ada, dan diharapkan Lembaga-lembaga ini dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat” pintanya.

Disamping  itu pula, Ketua LPMK Suryawangi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Damkarmat yang telah memberikan respon cepat atas permintaannya untuk dilakukan Bimtek di Kelurahan Suryawangi, Adhi sapaan akrabnya, berharap kepada Dinas Damkarmat Lombok Timur untuk selalu melakukan pembinaan kepada masyarakat terutama tim Badan Relawan Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (Balakar) Suryawangi yang telah dikukuhkan,”Kita berharap tidak hari ini saja, akan tetapi kedepannya pihak dinas bisa kiranya selalu memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas terutama kepada Tim Balakar yang akan dikukuhkan”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamtan (Damkar-mat) Kabupaten Lombok Timur, Athar, S.Ap disela-sela kegiatan praktik yang dilaksanakan di Lapangan Umum Rajawali Kelurahan Suryawangi mengatakan bahwa Bimtek bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal kepada masyarakat agar warga masyarakat dapat melakukan pencegahan secara mandiri dirumah ataupun dilingkungannya masing-masing, sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menekan terjadinya kebakara di Lombok Timur,”untuk menekan kejadian khususnya kebakaran, kita harus terus meng-edukasi masyarakat, memberikan bimbingan teknis agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dan memiliki kesiapsiagaan apabila terjadi bencana kebakaran, masyarakat tidak panik” terangnya.

Dikatakan Athar, hingga saat ini Damkar-mat Lombok Timur sudah melaksanakan Bimbingan teknis kepada 20 lebih desa/kelurahan dan kelurahan Suryawangi merupakan kelurahan pertama yang melaksanakan Bimtek ,"Untuk yang kelurahan, Suryawangi yang pertama kali kita laksanakan," sebutnya.

Dan harapannya semua desa dan Kelurahan maupun Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di Lombok timur dapat dibekali terkait pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan, “upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam kegiatan pencegahan dapat terus kami lakukakan kedepannya” pungkas Athar. (Adhi)


Selasa, 28 Juli 2020



Atensi Masyarakat Suryawangi Terhadap Pencegahan
Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi


Suryawangi – Perhatian masyarakat Suryawangi terhadap pencegahan penyebaran Virus Korona terbilang masih tinggi, hal ini terlihat dari beberapa penekanan warga terhadap pemberlakuan protokoler kesehatan di obyek wisata yang berada di wilayah Kelurahan Suryawangi bagi pengunjung yang berasal dari luar wilayah Suryawangi maupun luar daerah. Dari diskusi Whatsapp Grup (WAG) Suryawangi,  salah satu tokoh muda dari lingkungan Timba Lindur, Bungaidi mengusulkan kepada Pemerintah Kelurahan melalui Kasi Trantib Kelurahan Suryawangi, menekankan bahwa dalam upaya pemberlakuan Adaptasi kebiasaan baru (new normal) di wilayah suryawangi khususnya bagi pengunjung obyek wisata pantai Suryawangi agar diperketat pemberlakuan protokoler kesehatan, menurut Bungaidi bahwa para pengunjung sangat berpotensi menyebarkan virus Covid-19, “Usul buat pak kasi..gimana skiranya agar pengunjung yang ke pantai suryawangi diarahkan untuk selalu patuh terhadap protokoler kesehatan karena pengunjung makin ramai dan banyak, yang dapat menimbulkan penularan” tulisnya.

Disamping itupula, Bungaidi juga menyarankan kepada pihak Pemerintah Kelurahan untuk selalu menjaga keamanan pantai juga menjaga keamanan lingkungan demi terciptanya kenyamanan dan keamanan warga masyarakat di wilayah Kelurahan Suryawangi. Pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) melalui ronda malam juga harus tetap terpantau oleh pemerintah kelurahan,”seterusnya masalah keamanan agar terus kita sama-sama jaga dan semoga pak Kasi Trantib bisa melakukan kontrol pada malam hari di suryawangi” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan melalui Kasi Trantib Kelurahan Suryawangi, L. Muh. Sirojuddin, S. Ap, menegaskan bahwa hal tersebut sudah dilakukan setiap kegiatan patroli,  menurutnya bahwa himbauan terhadap para pengunjung selalu dilakukan agar para pengunjung pantai hendaknya mentaati protokoler kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah, “setiap kami turun selalu kami himbau untuk tetap menggunakan protokoler kesehatan, hanya saja para pengunjung kadangkala mengabaikan hal tersebut ketika kami sudah tidak ada” jelasnya.
Sedangkan mengenai Siskamling, lanjut Miq Siroj, sapaan akrabnya, bahwa ia selaku Kasi Trantib Kelurahan selalu melakukan kontrol terhadap pelaksanaan ronda malam di wilayah suryawangi,”sejak ronda malam diaktifkan, saya selalu aktif melakukan pemantauan”, sebutnya. Dan dalam upaya untuk meningkatkan kamanan dan ketertiban wilayah dan pengetattan protokoler kesehatan, ia berjanji akan melibatkan Polmas dan Babinsa serta tokoh masyarakat Kelurahan Suryawangi untuk melakukan pemantauan secara intensif,” siaap, ntar kita laksanakan bersama polmas, Babinsa dan tokoh masyarakat Suryawangi”, janjinya.

Mengenai pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (new normal), terutama diwilayah obyek wisata yakni pantai Suryawangi, kembali Bungaidi menegaskan bahwa di wilayah Suryawangi harus makin diperketat pemberlakuan protokoler kesehatan,”jangan dimasjid saja kita perketat, sementara kerumunan seperti di pantai tidak diperketat padahal banyak pengunjung dari luar daerah”, tegasnya.

Sedangkan kepala Lingkungan Timba Lindur, Zainudin, mengamini diskusi tersebut, bahkan ia mengajak para anggota grup untuk dapat bekerjasama dan dapat sama-sama menyumbang masker untuk dibagikan kepada para pengunjung pantai, “mae pada pire nyugulang masker” tulisnya dalam bahasa sasak.

Sementara itu, Ketua LPMK Suryawangi, Muliadi, menanggapi diskusi di Whatsapp Grup Suryawangi itu menyatakan apresiasi terhadap warga suryawangi dan pemerintah kelurahan atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kondisi pandemi covid-19 dan keamanan wilayah suryawangi,”usulan dari warga suryawangi merupakan bentuk kepedulian, dan respon pemerintah kelurahan melalui kasi trantib juga patut kita apresiasi” pungkasnya.

Sabtu, 14 Maret 2020




Suryawangi, SAD - Dalam rangka hari perempuan internasional atau International Women’s Day (IWD), Yayasan BaKTI-MAMPU sub Office NTB menggelar acara Dialog Komunitas dengan tema Undang-undang dan Dispensasi Pernikahan Sebagai Upaya Pemnenuhan Hak Perempuan Dan Anak, acara ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji pada Minggu (8/3) minggu lalu.
Pemerintah kelurahan, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Lurah Nurdiana Ulfah dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Yayasan BaKTI-MAMPU yang telah memilih Kelurahan Suryawangi sebagai tempat penyelenggaraan acara tersebut, ia berharap acara dapat berjalan dengan lancar dan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian diskusi secara aktif. Menyinggung soal perempuan ia menjelaskan bahwa seorang istri menjadi kekuatan penting dalam kehidupan suami dan anak-anak, dibalik kesuksesan  dan kebesaran soarang suami selalu ada perempuan yakni istri yang menopang dan membantu,”untuk itulah perempuan harus kuat, harus berpendidikan, jangan ada pernikahan bawah umur, karena pernikahan dini akan dapat melahirkan keluarga yang lemah”jelasnya.

Ditempat yang sama, Baiq Titis Yulianti selaku koordinator BaKTI-MAMPU sub Office NTB saat memfasilitasi diskusi menerangkan bahwa peserta yang hadir pada diskusi tersebut merupakan perwakilan dari berbagai desa dan keluarahan yakni dari Kelompok Konstituen dari beberapa kecamatan yang  banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan banyak menangani berbagai persoalan terutama persoalan perempuan dan anak dan juga merupakan agen informasi dari  pemerintah ke masyarakat dan masyarakat kepada pemerintah, sehingga sangat tepat nantinya materi yang akan dibahas dalam forum diskusi dapat diteruskan ke pemerintah dan juga ke masyarakat lainnya, untuk itu ia berharap kepada peserta dapat secara aktif mengikuti rangkaian diskusi,”kehadiran peserta yang cukup banyak  walaupun hari ini merupakan hari libur, hari buat keluarga, tentu saja ini merupakan dorongan dari keinginan untuk dapat menambah pengetahuan yang jauh lebih bermanfaat,  dan pada kesempatan ini peserta dapat mengupas dan memperdalam mengenai undang-undang perkawinan, tentang apa itu dispensasi dan lain sebagainya” jelasnya.



Sementara itu ketua pengadilan agama selong Drs. H. Gunawan MH selaku pembicara pada kesepatan tersebut mengemukakan bahwa perlindungan perempuan dan anak dalam undang-undang perkawinan seperti pembatasan usia perkawinan serendah-rendahnya 19 tahun dan pencatatan dilakukan  di kantor urusan agama. Negara mengatur pembatasan usia perkawinan merupakan bentuk perlindungan negara terhadap anak-anak, membina rumah tangga harus benar-benar dipersiapkan lahir batin, secara fisik dan mental, anak-anak harus mampu menyelesaikan jenjang pendidikan sebelum mereka hidup berumah tangga, minimal mereka harus menyelesaikan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), “ada penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor kemiskinan, kekrasan dalam rumah tangga bahkan menjadi penyebab stunting” terangnya
Lebih lanjut, Haji Gunawan memaparkan bahwa perkawinan hanya diijinkan apabila pria dan wanita telah mencapai sembilan belas tahun, terutama bagi perempuan, pernikahan dibawah umur cenderung yang paling rentan adalah perempuan. Dari segi kesehatan, kemampuan menjadi ibu, ilmu pengetahuan yang cukup harus benar-benar telah siap, sebelum mereka hidup berumah tangga ”jadi undang-undang nomer 1 tahun 1974 telah diubah, karena bertentangan dengan undang-undang lainnya, seperti undang-undang nomer 23 tentang perlindungan anak” jelasnya.

Pada acara yang berlangsung semarak tersebut, nampak para peserta dengan sangat antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga sesi diskusi, ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang menyeruak dari para peserta. Kembali Titis Yulianti mengatakan bahwa berebutnya para peserta bertanya untuk menggali informasi, meminta penjelasan dari narasumber merupakan bukti bahwa para peserta sangat antusias dan sungguh-sungguh mengikuti dan menyimak pemaparan narasumber. (Adhi)







Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts