Incumbent Tancap Gas di Hari Pertama,
Jadi Pendaftar Perdana Pilkades Desa Bandok
BANDOK — Genderang
demokrasi tingkat desa resmi ditabuh. Hari pertama pembukaan pendaftaran bakal
calon Kepala Desa Bandok langsung diwarnai langkah politik sang petahana. Mujib
HM, SH, incumbent Kepala Desa Bandok, menjadi figur pertama yang mendaftarkan diri
dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Bandok Kecamatan Wanasaba.
Kedatangan Mujib HM, SH tidak
sekadar menjadi penanda dimulainya tahapan pencalonan, tetapi juga menyita
perhatian dengan iring-iringan massa pendukung yang diperkirakan mencapai lebih
dari 50 orang. Rombongan tersebut mengiringi sang petahana menuju panitia
Pilkades untuk menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran.
Langkah cepat Mujib HM pada hari
pertama ini menjadi sinyal awal menghangatnya dinamika politik desa. Sebagai
petahana, keputusannya mendaftar lebih awal menempatkan namanya sebagai pembuka
panggung kontestasi Pilkades Desa Bandok, sekaligus menandai dimulainya persaingan
menuju kursi kepemimpinan desa.
Ketua Panitia Pilkades Desa
Bandok, Syaiful Bahri, S.Kom., menyampaikan bahwa secara umum berkas
persyaratan yang diserahkan Mujib HM, SH dinyatakan lengkap pada tahap
pendaftaran. Meski demikian, kelengkapan tersebut belum menjadi keputusan akhir
karena panitia masih akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh
dokumen persyaratan bakal calon.
“Verifikasi dan validasi akan
kita laksanakan setelah pendaftaran ditutup. Sesuai jadwal, tahapan tersebut
direncanakan berlangsung sekitar tanggal 28 sampai 30 Oktober,” ungkap Syaiful
Bahri.
Penjelasan tersebut menegaskan
bahwa setiap bakal calon tetap harus melewati mekanisme pemeriksaan
administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia memastikan bahwa proses
pencalonan tidak berhenti pada penyerahan berkas, melainkan berlanjut pada
tahapan pemeriksaan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.
Di tengah mulai bergeraknya
dinamika politik desa, panitia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana
demokrasi yang sehat. Partisipasi masyarakat diharapkan tetap berjalan secara
tertib, terukur, dan terkendali, tanpa mengabaikan rasa aman serta kenyamanan
seluruh pihak.
Pilkades bukan sekadar ajang
perebutan jabatan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah
kepemimpinan dan masa depan Desa Bandok. Karena itu, antusiasme pendukung
hendaknya menjadi energi positif bagi demokrasi, bukan pemicu gesekan di tengah
masyarakat.
Pendaftaran perdana telah
dimulai, petahana telah mengambil langkah pertama. Namun, perjalanan menuju
penetapan calon dan hari pemungutan suara masih panjang. Siapa saja yang akan
menyusul Mujib HM, SH, serta bagaimana peta persaingan Pilkades Bandok akan
terbentuk, kini menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang patut dinantikan.
Demokrasi telah mengetuk pintu
Desa Bandok. Kini, kedewasaan masyarakat dan integritas seluruh pihak menjadi
kunci agar kontestasi berlangsung damai, bermartabat, dan menghasilkan pemimpin
yang benar-benar mendapat kepercayaan rakyat. (Adhi)


