Kamis, 15 Oktober 2026

 

Incumbent Tancap Gas di Hari Pertama,

Jadi Pendaftar Perdana Pilkades Desa Bandok

 


BANDOK — Genderang demokrasi tingkat desa resmi ditabuh. Hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon Kepala Desa Bandok langsung diwarnai langkah politik sang petahana. Mujib HM, SH, incumbent Kepala Desa Bandok, menjadi figur pertama yang mendaftarkan diri dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Bandok Kecamatan Wanasaba.

Kedatangan Mujib HM, SH tidak sekadar menjadi penanda dimulainya tahapan pencalonan, tetapi juga menyita perhatian dengan iring-iringan massa pendukung yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 orang. Rombongan tersebut mengiringi sang petahana menuju panitia Pilkades untuk menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran.

Langkah cepat Mujib HM pada hari pertama ini menjadi sinyal awal menghangatnya dinamika politik desa. Sebagai petahana, keputusannya mendaftar lebih awal menempatkan namanya sebagai pembuka panggung kontestasi Pilkades Desa Bandok, sekaligus menandai dimulainya persaingan menuju kursi kepemimpinan desa.

Ketua Panitia Pilkades Desa Bandok, Syaiful Bahri, S.Kom., menyampaikan bahwa secara umum berkas persyaratan yang diserahkan Mujib HM, SH dinyatakan lengkap pada tahap pendaftaran. Meski demikian, kelengkapan tersebut belum menjadi keputusan akhir karena panitia masih akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh dokumen persyaratan bakal calon.

“Verifikasi dan validasi akan kita laksanakan setelah pendaftaran ditutup. Sesuai jadwal, tahapan tersebut direncanakan berlangsung sekitar tanggal 28 sampai 30 Oktober,” ungkap Syaiful Bahri.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa setiap bakal calon tetap harus melewati mekanisme pemeriksaan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia memastikan bahwa proses pencalonan tidak berhenti pada penyerahan berkas, melainkan berlanjut pada tahapan pemeriksaan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.

Di tengah mulai bergeraknya dinamika politik desa, panitia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana demokrasi yang sehat. Partisipasi masyarakat diharapkan tetap berjalan secara tertib, terukur, dan terkendali, tanpa mengabaikan rasa aman serta kenyamanan seluruh pihak.

Pilkades bukan sekadar ajang perebutan jabatan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan Desa Bandok. Karena itu, antusiasme pendukung hendaknya menjadi energi positif bagi demokrasi, bukan pemicu gesekan di tengah masyarakat.

Pendaftaran perdana telah dimulai, petahana telah mengambil langkah pertama. Namun, perjalanan menuju penetapan calon dan hari pemungutan suara masih panjang. Siapa saja yang akan menyusul Mujib HM, SH, serta bagaimana peta persaingan Pilkades Bandok akan terbentuk, kini menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang patut dinantikan.

Demokrasi telah mengetuk pintu Desa Bandok. Kini, kedewasaan masyarakat dan integritas seluruh pihak menjadi kunci agar kontestasi berlangsung damai, bermartabat, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mendapat kepercayaan rakyat. (Adhi)


Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts