Kamis, 03 Maret 2022

 

 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menyimak apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa membangun Indonesia dari pinggiran yaitu desa, diselesaikan di desa dan keberhasilan agregatnya dirasakan oleh level atasnya. Ini sangat beralasan karena desa merupakan wujud bangsa yang paling konkrit. Pada level desa inilah kolektivitas masyarakat dibentuk, tempat untuk menata ulang government yang pada intinya adalah mempertaruhkan kebangsaan kita.

Namun di atas bangunan sosial desa ini juga berdiri perangkat kehidupan modern atau nation state (negara bangsa), yang pada akhirnya nasib desa pun tak luput dari intervensi negara. Dengan adanya intervensi negara ke dalam sebagian besar aspek kehidupan masyarakat berdampak pada melemahnya kemandirian dan kemampuan masyarakat khususnya di desa. Pasca implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tentunya membawa harapan adanya perubahan dalam meningkatkan kesejateraan warganya melalui perbaikan kualitas sumberdaya manusia, penanggulangan kemiskinan serta penyelenggaraan pelayanan sosial dasar.

Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), dari 74.961 desa di Indonesia, Desa Sangat Tertinggal pada tahun 2019 5,14% (3.536 desa).

Tahun 2020 jumlahnya menurun yakni sebesar 3,53% (2.466 desa).

Tahun 2021 meningkat menjadi sebesar 6,75% (4.985 desa).

Desa Tertinggal pada tahun 2019 5,61% (17.626 Desa).

Tahun 2020 meningkat menjadi 19,96% ( 13.961 Desa).

Dan tahun 2021 menjadi 16,49% (12.177 Desa).

Desa Berkembang tahun 2019 sebanyak 55,47% (38.185 desa).

Tahun 2020 sebesar 57,01% (39.866 desa)

Tahun 2021 sebesar 51,57% (38.086 desa).

Desa Maju tahun 2019 sebesar 2,56% (8.647 desa).

Tahun 2020 sebesar 17,01% (11.899 desa).

Dan tahun 2021 sebesar 20,75% (15.324).

Sedangkan Desa Mandiri pada tahun 2019 sebsar 1,22% (840 desa).

Tahun 2020 sebesar 2,49% (1.741 desa).

Dan tahun 2021 sebesar 4,44% (3.278 desa).

Padahal fakta yang ada bahwa anggaran yang digelontorkan ke desa dalam bentuk Dana Desa selama kurun waktu sewindu pun belum secara signifikan merubah wajah desa. Adapun rincian dana desa yang telah disalurkan sejak tahun 2015 sebesar Rp20,8 triliun. Pada 2016 sebesar Rp46,7 triliun, pada 2017 sebesar Rp59,8 triliun, pada 2019 sebesar Rp69,8 triliun, pada 2020 sebesar Rp71,1 triliun, dan pada 2021 sebesar Rp72 triliun. Bila dilihat besaran jumlahnya yang setiap tahun mengalami peningkatan sejatinya juga diikuti dengan perubahan-perubahan di desa yang setiap tahunnya seharusnya juga mengalami peningkatan. Di samping itu kasus korupsi setiap tahunnya juga meningkat (hasil pemantauan Indonesian Corruption Watch/ICW, tercatat 181 kasus korupasi dana desa dengan kerugian negara sebesar Rp. 40,6 miliar).

Masih adanya desa dengan status desa sangat tertinggal dan tertinggal serta masih tingginya korupsi dana desa menunjukkan kegagalan tata Kelola pemerintahan desa Hal ini juga berarti bahwa peran pemerintah desa serta kelembagaannya belum berfungsi secara optimal dalam membawa perubahan. Berdasarkan beberapa fenomena tersebut dan beberapa hasil penelitian, yang menjadi entry point disini adalah gagalnya tata Kelola pemerintahan tersebut. Salah satunya adalah masih kuatnya “intervensi negara” dalam hal ini adalah pada proses pembangunan yang terjadi, didalamnya terdapat program pembangunan yang merupakan milik pemerintah tingkat atasnya (provinsi, kabupaten/kota bakan pusat). Masyarakat hanya menjadi penikmat dan penerima hasil pembangunan sebagai akibat dari proses pembangunan yang bersifat instruktif karena terikat pada aturan-aturan serta target pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Pemerintah desa hanya melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai domain dari program pembangunan yang telah diatur dalam berbagai regulasi. Untuk penggunaan dana desa sebutlah setiap tahunnya dibuat Peraturan Menteri Desa dengan arah kebijakan yang berbeda setiap tahunnya lengkap dengan nomeklatur yang akan dikerjakan oleh desa. Hal lain yang juga mempengaruhi adalah masih terbatasnya kemampuan dan keterampilan para aparat desa dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada. Pemerintah malah mengklaim bahwa dana desa berhasil meningkatkan pembangunan desa, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini merupakan suatu keniscayaan, khususnya pada penyelenggaraan pemerintahan desa.

Demokrasi dalam tujuannya membentuk penyelenggaraan negara yang demokratis, dimana konsep good governance kemudian dirasakan tidak cukup lagi dalam menjembatani kebutuhan untuk menumbuhkembangkan iklim demokrasi pada penyelengaaraan pemerintahan. Padahal pada hakikatnya term governance merupakan ekspresi akan kebutuhan sistem dalam administrasi publik modern sehingga pada akhirnya, kebutuhan akan interaksi dari seluruh pemangku kepentingan yang memungkinkan mengakomodir seluruh keinginan, kebutuhan serta kepentingan warga secara berkualitas memunculkan serangkaian isu mengenai public governance yang lebih demokratis. Sehingga menimbulkan pemikiran bahwa new government lebih cocok dengan konsep akuntabilitas dan demokrasi. Demokrasi merupakan ruh pembentuk peran negara yang termanifestasi melalui birokrasinya sebagai instrument dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan kebijakan publik yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan publik (Gawthrop, 2002).

Warga negara dan pejabat publik diharapkan bekerja bersama-sama untuk menentukan dan menyelesaikan masalah bersama dalam suatu cara yang sifatnya kooperatif dan menguntungkan kedua belah pihak (Denhardt & Denhardt, 2007). Dari

kedua statement ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas demokrasi secara langsung juga berdampak pada fundamental penyelenggaraan pemerintahan. Proses

pembangunan di desa yang dimulai dengan musyawarah di tingkat dusun untuk menggali kebutuhan-kebutuhan warganya sampai dengan dilaksanakannya musyawarah perencanaan pembangunan untuk menetapkan rencana kegiatan pemerintah desa sebenarnya telah mencerminkan berjalannya proses demokrasi di desa.Namun disayangkan karena pemerintah desa masih terformat dengan berbagai regulasi yang ada. Sangat sedikit yang bisa membuat program sesuai dengan situasi,

kondisi serta kebutuhan warganya.

Dengan demikian usaha pelibatan dan pemberdayaan masyarakat serta perang melawan kemiskinan dan kesenjangan masih harus menjadi agenda penting dalam kegiatan pembangunan. Dan kegiatan pembangunan desa sangat relevan untuk ditempatkan sebagai prioritas pelayanan publik dan kebijakan publik dalam mendukung kesuksesan pembangunan nasional.(*)

 

Oleh: Dr. Nani Harlinda Nurdin, M.Si

Doktor Administrasi Publik

Dosen Universitas Indonesia Timur,

Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Tenaga Pendamping Profesional Indonesia)


Sumber : Tribun-Timur.com


Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Nani Harlinda Nurdin: Demokratisasi dan Kesuksesan Pembangunan Desa, https://makassar.tribunnews.com/2022/02/17/nani-harlinda-nurdin-demokratisasi-dan-kesuksesan-pembangunan-desa?page=all.

 


Senin, 21 Februari 2022

 

Saat ini aku berada di kelas 3 SMP, setiap hari kujalani bersama dengan ketiga sahabatku yaitu Aris, Andri, dan Ana. Kita berempat sudah bersahabat sejak kecil.

Suatu saat kami menulis surat perjanjian persahabatan di sobekan kertas yang dimasukkan ke dalam sebuah botol, kemudian botol tersebut dikubur di bawah pohon yang nantinya surat tersebut akan kami buka saat kami menerima hasil ujian kelulusan.

Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kami pun menerima hasil ujian dan hasilnya kita berempat lulus semua.

Kami serentak langsung pergi berlari ke bawah pohon yang pernah kami datangi dan menggali tepat di mana botol yang dahulu dikubur berada.

Kemudian, kami berempat membuka botol tersebut dan membaca tulisan yang dulu pernah kami tulis. Kertas tersebut bertuliskan “Kami berjanji akan selalu bersama untuk selamanya.

Keesokan hari, aris berencana untuk merayakan kelulusan kami berempat. Malamnya kami berempat pergi bersama ke suatu tempat dan di situlah saat-saat yang tidak bisa aku lupakan karena aris berencana untuk menyatakan perasannya kepadaku. Akhirnya aku dan anis berpacaran.

Begitu juga dengan Andri, dia pun berpacaran dengan Ana. Malam itu sungguh malam yang istimewa untuk kami berempat. Kami pun bergegas untuk pulang.

Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaanku tidak enak.

“Perasaanku ngga enak banget ya?” Ucapku penuh cemas.

“Udahlah ndi, santai aja, kita ngga bakalan kenapa-kenapa” jawab andri dengan santai.

Tidak lama setelah itu, hal yang dikhawatirkan Nindi terjadi.

“Arissss awasss! di depan ada juang!” Teriak Nindi.

“Aaaaaaaaaa!!!”

Bruuukkk. Mobil yang kami kendarai masuk ke dalam jurang. Aku tak kuasa menahan air mata yang terus mengalir sampai aku tidak sadarkan diri.

Perlahan aku buka mataku sedikit demi sedikit dan aku melihat ibu berada di sampingku.

“Nindi.. kamu sudah sadar, Nak?” Tanya ibuku.

“Ibu.. aku di mana? Di mana Ana, Andri, dan Aris?” tanyaku.

“Kamu di rumah sakit Nak, kamu yang sabar ya, Andri dan aris tidak tertolong di lokasi kecelakaan” Jawab ibu sambil menitikkan air mata.

Aku terdiam mendengar ucapan ibu dan air mataku menetes, tangisku tiada henti mendengar pernyataan ibu.

“Aris, mengapa kamu tinggalkan aku, padahal aku sayang banget ke kamu, aku cinta kamu, tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, semua pergi ninggalin aku.” batinku berkata.

Lantas, 2 hari berlalu dan aku berkunjung ke makam mereka, aku berharap kami bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua. Tetapi sekarang semua itu hanya angan-angan. Aku berjanji akan selalu mengenang kalian.

Sumber : https://www.99.co/blog/indonesia/contoh-cerpen-singkat/

 


Minggu, 20 Februari 2022

 

L. Rizki Pratama Putra
L. Rizki Pratama Putra (PD Kec. Wanasaba)

Selesainya pembangunan infrastruktur sarana prasarana dan telah dilouncingnya obyek wisata “Kebun Telaga” menjadi energy baru bagi pemerintah desa mewujudkan mimpinya menjadikan Desa Mamben Baru menjadi desa yang dikenal banyak orang, tentunya bukan hanya mimpi disiang bolong tapi akan menjadi kenyataan jika pemerintah desa sungguh-sungguh mengembangkan potensi yang mereka miliki, demikian diungkapkan Lalu Rizki Pratama Putra TPP Kecamatan Wanasaba disela-sela acara Louncing wisata alam “Kebun Telaga” dan pagelaran Festival Ngulat Tikar Pandan pada sabtu (19/2) di Obyek wisata dusun Orong Rantek Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba.


Lebih jauh Miq Rizqi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa energy yang dimaksud adalah dengan telah dibukanya obyek wisata kebun telaga menjadi motifasi dan daya dorong bagi pemerintah desa untuk terus mengembangkan obyek wisata tersebut, jika tidak, tentu obyek wisata ini akan menjadi cerita kelam pemerintah desa karena pembangunan obyek wisata yang telah menyedot anggaran ratusan juta terbengkalai yang kemudian tidak dapat memberikan nilai tinggi bagi pembangunan desa, sehingga mau tidak mau maka obyek wisata ini harus terus dikembangkan hingga menjadi obyek wisata yang mampu memberikan pendapatan bagi desa (PADes) Mamben Baru.


Gapura Kebun Telaga

Lanjutnya, dengan adanya obyek wisata tersebut pemerintah desa harus sesegera mungkin membenahi lembaga penyangga seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena obyek wisata itu akan menjadi unit usaha BUMDes dan dikelola oleh Pokdarwis, terkait penggunaan dana desapun (DD) yang akan dialokasikan nanti tentu harus melalui BUMDes, “jadi kami TPP sesuai intruksi pemerintah pusat meminta kepada pemerintah desa untuk segera membenahi dan mengembangkan BUMDes agar obyek wisata ini juga dapat disuport pendanaannya melalui BUMDes” jelasnya. Dan dalam hal tatakelola wisatapun sebagaimana yang diintruksikan oleh Kadis PMD dan Dukcapil NTB saat sambutan diacara yang sama, bahwa pemerintah desa juga harus segera membentuk Bank Sampah yang menjadi garda terdepan dan penggerak agar terciptanya suasana bersih, nyaman dan asri, tanpa terwujudnya lingkungan yang bersih tentu obyek wisata  tidak akan menarik perhatian pengunjung.

Disamping itu pula Lalu Rizki sebagai TPP Kecamatan Wanasaba mengapresiasi semangat dan etos kerja pemerintah Desa Mamben Baru, ia menilai bahwa Pemdes Mamben Baru benar-benar menjalankan amanah masyarakatnya untuk membangun desanya, “saya selaku TPP Kecamatan salut dan mengapresiasi kinerja, semangat serta perjuangan pemerintah desa terutama kadesnya, beliau sungguh-sungguh bekerja demi kemajuan desa yang ia pimpin” ungkapnya.

Obyek Wisata Kebun Telaga, Mamben Baru

Sementara itu dalam sambutannya, Kades Mamben Baru, Lukman S.PdI menyampaikan dihadapan para tamu undangan bahwa bahwa cita-cita besarnya adalah ingin mewujudkan desa yang dipimpinnya menjadi desa yang maju dan mandiri dan dapat dikenal banyak orang, pembangunan obyek wisata tersebut merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan harapannya tersebut, “Harapan kami dari desa kecil ini adalah mamben baru dapat memberi makna kepada Indonesia secara keseluruhan dan desa yang terpencil ini kita berharap dapat menjadi mercusuar yang bisa dikenang dan dikenal dunia” paparnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kerjasama dan kepedulian semua pihak untuk membantu membangun desa mamben baru menjadi desa yang maju, mandiri dan sejahtera. Menurutnya, pemerintah desa saja tentu akan sulit membawa desa mamben baru lebih baik dari kondisi sebelumnya tanpa kerjasama dan kepedulian semua pihak, terutama masyarakat desa mamben baru,”kami berharap kerjasama dan kepedulian semua kita untuk bersama-sama membangun desa ini, baik itu pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan termasuk masyarakat mamben baru sendiri” harapnya.


Ditempat yang sama, hal senada juga diungkapkan oleh TPP Desa Kecamatan Wanasaba, Muliadi, bahwa langkah pemerintah desa mamben baru membuka dan mengembangkan obyek wisata “kebun telaga” merupakan salah satu bentuk keseriusan dalam mendayagunakan potensi dan sumberdaya yang dimiliki desa,  menurutnya pemerintah desa yang kreatif dan inovatif adalah pemerintah desa yang mampu memetakan dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki, setiap desa pasti memiliki kekayaan, potensi dan sumberdaya yang berbeda-beda, sehingga desa harus mampu menggali dan memanfaatkan apa yang dimiliki. Menyinggung soal festival ngulat tikar pandan dan louncing obyek wisata, Muliadi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sarana atau media untuk memperkenalkan kekayaan alam dan kekayaan budaya masyarakat mamben baru.

Masih kata Muliadi, bahwa tantangan pemerintah desa mamben baru dan pokdarwis adalah harus mampu menjabarkan konsep sadar wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya obyek wisata kebun telaga,”Pemdes dan pokdarwis harus mampu merealisasikan Sapta Pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan, ini harus diwujudkan jika mau melihat obyek wisata kebun telaga dibanjiri pengunjung” pungkasnya. (Adhi)


Senin, 15 November 2021

 Ditulis Oleh : MULIADI

Praktik Pemadaman Api Di Lapangan Umum Rajawali Suryawangi


 

Lombok Timur, SAD – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar-mat) Kabupaten Lombok Timur melaksanakan Bimbingan Teknis Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan serta RJP sekaligus Pengukuhan Tim Balakar di Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini terselenggara atas Kerjasama Dinas Damkar-mat dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Suryawangi.

Dalam sambutannya, Ketua LPMK Suryawangi, Muliadi, mengatakan bahwa kegiatan Bimtek tersebut sudah lama direncanakan, mengingat  Kelurahan Suryawangai merupakan wilayah yang memiliki sejarah kelam soal kebencanaan, selain gempa bumi, kejadian luar biasa (KLB), juga pernah terjadi bencana kebakaran. Pada sekitar tahun 1980an dibeberapa lingkungan pernah dilanda kebakaran yang cukup hebat, masyarakat kehilangan harta benda, hewan ternak juga menimbulkan traumatic yang merupakan dampak psikologis bagi warga masyarakat Suryawangi, sehingga sangat penting bagi masyarakat diberikan pengetahuan soal pencegahan kebakaran, “peristiwa kebakaran masalalu dibeberapa lingkungan kelurahan suryawangi tidak boleh terulang Kembali, untuk itu bimtek ini merupakan upaya pencegahan” sebutnya.

Bimtek yang diselenggarakan pada Senin (15/11) ini, sebagai bentuk upaya pelibatan Lembaga-lembaga kemasyarakatan Kelurahan Suryawangi dalam melakukan upaya-upaya pencegahan, untuk itulah Bimtek ini diikuti oleh semua unsur lembaga kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Suryawangi seperti LPMK, TSBK, Karang Taruna serta Satuan Linmas. Lebih jauh, Muliadi mengemukakan dalam sambutannya pada acara pembukaan Bimtek tersebut pada umumnya kebakaran lebih sering terjadi akibat kelalaian manusia  atau human error sehingga masyarakat harus terkapasitasi dengan pengetahuan soal bencana kebakaran,”kita tidak mungkin mengundang seluruh masyarakat terlebih dimasa pandemic Covid-19 ini, untuk itulah kami mengundang Lembaga-lembaga yang ada, dan diharapkan Lembaga-lembaga ini dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat” pintanya.

Disamping  itu pula, Ketua LPMK Suryawangi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Damkarmat yang telah memberikan respon cepat atas permintaannya untuk dilakukan Bimtek di Kelurahan Suryawangi, Adhi sapaan akrabnya, berharap kepada Dinas Damkarmat Lombok Timur untuk selalu melakukan pembinaan kepada masyarakat terutama tim Badan Relawan Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (Balakar) Suryawangi yang telah dikukuhkan,”Kita berharap tidak hari ini saja, akan tetapi kedepannya pihak dinas bisa kiranya selalu memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas terutama kepada Tim Balakar yang akan dikukuhkan”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamtan (Damkar-mat) Kabupaten Lombok Timur, Athar, S.Ap disela-sela kegiatan praktik yang dilaksanakan di Lapangan Umum Rajawali Kelurahan Suryawangi mengatakan bahwa Bimtek bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal kepada masyarakat agar warga masyarakat dapat melakukan pencegahan secara mandiri dirumah ataupun dilingkungannya masing-masing, sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menekan terjadinya kebakara di Lombok Timur,”untuk menekan kejadian khususnya kebakaran, kita harus terus meng-edukasi masyarakat, memberikan bimbingan teknis agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dan memiliki kesiapsiagaan apabila terjadi bencana kebakaran, masyarakat tidak panik” terangnya.

Dikatakan Athar, hingga saat ini Damkar-mat Lombok Timur sudah melaksanakan Bimbingan teknis kepada 20 lebih desa/kelurahan dan kelurahan Suryawangi merupakan kelurahan pertama yang melaksanakan Bimtek ,"Untuk yang kelurahan, Suryawangi yang pertama kali kita laksanakan," sebutnya.

Dan harapannya semua desa dan Kelurahan maupun Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di Lombok timur dapat dibekali terkait pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan, “upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam kegiatan pencegahan dapat terus kami lakukakan kedepannya” pungkas Athar. (Adhi)


Rabu, 09 Juni 2021

 

Grup Wayang Genta Terune Seren saat melakukan latihan
Ditulis oleh : Adhi

Wayang kulit merupakan salah satu seni pertunjukkan yang berkembang di masyarakat Indonesia, salah satunya di pulau lombok. Wayang Kulit merupakan seni pertunjukkan yang sangat digemari pada zamannya. Seiring perkembang era globalisasi dan kemajuan teknologi, wayang sebagai seni pertunjukkan perlahan mulai ditinggalkan oleh pengemarnya, begitu juga dengan generasi muda, mereka tidak lagi meminati bahkan tidak lagi menghargai pelaku seni wayang kulit, mereka menganggap bahwa seni pertunjukkan wayang kulit sudah tidak menarik lagi, keberadaan wayang kulit benar-benar telah tergusur oleh pesatnya perkembangan teknologi modern yang dapat menyajikan berbagai bentuk hiburan lainnya.

Di Desa Apit Taik tepatnya di Dusun Gubuk Pernek sekitar tiga puluhan tahun silam, pernah ada perkumpulan seni Wayang Kulit yang diberi nama Genta Terune Seren, dahulunya seni wayang kulit Genta Terune Seren ini cukup kesohor diwilayah kecamatan Pringgabaya dan di berbagai kecamatan lainnya. Kini seni wayang kulit itu ingin dibangkitkan kembali, salah satu inisiatornya adalah Syamsul Fadli salah Seorang warga Desa Apit Taik, menurut Padli yang juga merupakan Kasubag Kepegawaian Kecamatan Wanasaba mengatakan wayang kulit harus tetap dilestarikan dan dipelihara selamanya, wayang kulit merupakan warisan leluhur yang harus tetap terjaga, wayang kulit tidak hanya sebagai media hiburan akan tetapi wayang kulit merupakan sarana pndidikan, Karena dalam kisah-kisah pewayangan pertunjukkan wayang kulit banyak menyajikan pesan-pesan moral yang dapat disampaikan oleh seorang dalang kepada para penonton,  dalam kisah yang diceritakan dalam pentas pewayangan, banyak pesan social dan keagamaan yang dapat dipetik, untuk itu, warisan budaya leluhur merupakan warisan yang tak ternilai harganya, “budaya orang tua para pendahulu kita ini banyak memberikan pelajaran kepada kita, untuk itu harus kita jaga dan lestarikan” ungkap Fadli.

Melihat gejala yang terjadi, sambung Padli, terutama pada generasi milenial saat ini,  pemerintah daerah harus peka menyikapi dan mendukung keinginan masyarakat yang ingin menghidupkan dan melestarikan budaya local, dan harus segera mencari solusi agar pertunjukkan wayang kulit sebagai salah satu warisan budaya bangsa tidak punah ditengah-tengah-tengah perkembangan modernisasi.

Untuk membangkitkan grup Wayang Terune Seren, setiap sekali seminggu melakukan pertemuan dengan para pemain yang tersisa seperti Dalang dan pemain gambelan lainnya, “kami mencoba latihan dengan alat seadanya sekali seminggu, sebagai bentuk keinginan kuat kami agar wayang kulit yang telah dibenamkan oleh zaman benar-benar dapat bangkit kembali dan hadir ditengah-tengah masyarakat yang telah terhifnotis oleh budaya luar melalui perkembangan teknologi dan informasi” tuturnya.

Syamsul Padli
Wayang sebagai warisan budaya dapat musnah jika tidak ada penghargaan yang cukup baik dari masyarakat dan pemerintah, untuk itu ia berharap perhatian pemerintah daerah disemua tingkatan terutama Dinas yang membidangi pelestarian budaya dapat mensuport hartapan masyarakat yang ingin seni pewayangan tetap lestari. Disamping itupula ia berharap Dalang sebagai pemain utama dalam wayang sebagai pemilik hak terkait di pementasan wayang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. “kita berharap, tidak hanya bagaiman wayang kulit dapat dilestarikan akan tetapi para pemain terutama dalang juga harus diperhatikan” harapnya.

Wayang kulit yang merupakan salah satu identitas dan kebudayaan masyarakat harus benar-benar dapat dilestarikan dirawat dan dikembangkan, khususnya Grup Wayang Kulit Genta Terune Seren harus dibangkitkan dan diharapkan ada perhatian dalam bentuk bantuan sebagai wujud dukungan semua pihak terkait terutama pemerintah, “tentu kami sebagai warga masyarakat akan sangat kesulitan melestarikan seni pertunjukan Wayang Kulit ini tanpa interfensi pemerintah” pungkasnya.


Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts