Selasa, 07 November 2023

 



Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan kepala desa menjadi kunci dalam percepatan pembangunan. Menurutnya, pola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang paling efektif menggunakan metode replikasi. Menteri yang disapa Gus Halim ini menjelaskan pola replikasi yang dimaksud yakni, mencontoh keberhasilan satu desa untuk diimplementasikan di desa lainnya. Namun, pola ini tentunya perlu disesuaikan dengan karakteristik geografis maupun budaya masing-masing desa.

"Modifikasi itu supaya implementasinya tidak hanya sekadar menjiplak, tanpa menyesuaikan dengan kondisi objektif masing-masing," jelas Gus Halim dalam keterangan tertulis, Selasa (7/11/2023). Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan Workshop Replikasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Jakarta, Senin (6/11).

Gus Halim mengungkapkan masing-masing desa tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan begitu, success story suatu desa tidak dapat direplikasi secara langsung ke desa lainnya. Terlebih Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan kebhinekaan. Oleh karena itu, ia meminta kepala desa untuk terus melakukan inovasi atau yang disebut dengan istilah amati, tiru dan modifikasi (ATM) dengan menyesuaikan kebutuhan desa masing-masing. Sebab, kepala desa menjadi figur yang dipercaya karena dipilih melalui proses seleksi panjang yang tidak kalah ketat dengan bupati maupun gubernur.

Di samping itu, kepala desa mendapat otoritas untuk melakukan pembangunan di desa."Karena posisinya itulah maka kunci dari seluruh proses dan keberhasilan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa itu ada di kepala desa. Ini sudah kita buktikan ketika kepala desa bagus maka desanya pasti bagus," pungkasnya.

Diketahui, Workshop Replikasi (P3PD) Subkomponen 2B berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan sistem akuntabilitas sosial. Workshop ini diikuti sebanyak 774 peserta termasuk yang hadir secara daring. Para peserta terdiri dari Kepala Dinas PMD, Kepala Desa, dan Pendamping Desa.

Sumber:https://news.detik.com/berita/d-7023621/mendes-kades-kunci-keberhasilan-pembangunan-pemberdayaan-desa.



Senin, 06 November 2023

 

Drs. Fahmi (Kades Tembeng Putik)

Wanasaba : Pemerintah Desa (Pemdes) Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa baru pada Senin (6/11) di Aula Kantor Desa setempat. Acara tersebut dihadiri Camat Wanasaba yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Wanasaba beserta jajarannya, Kapolsek Wanasaba dan anggota, Panitia Pemilihan Perangkat Desa dan anggota, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggotanya dan tokoh masyarakat, tokoh agama Desa Tembeng Putik.

 

Kepala Desa Tembeng Putik Drs. Fahmi dalam arahannya menyampaikan kepada kedua perangkat yang telah dilantik yakni Sekretaris Desa dan Kaur Tata Usaha dan Umum agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dapat memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan maksimal, momen pelantikan ini merupakan momen ikatan kepada kedua perangkat tersebut, mereka telah terikat sebagai abdi masyarakat yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga perangkat yang telah dilantik harus benar-benar mengabdikan diri dengan tulus dan iklas untuk kepentingan masyarakat. Menjadi perangkat desa bukan hanya sekedar profesi atau pekerjaan namun lebih dari itu merupakan sarana pengabdian terhadap masyarakat, “menjadi perangkat ini bukan hanya sekedar untuk mencari rizki namun lebih dari itu merupakan tempat pengabdian” ungkapnya

Lebih jauh Drs. Fahmi, laki-laki yang lebih dikenal sebagai guru atau  kepala sekolah itu menekankan kepada semua perangkat terutama Sekdes agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maskimal terutama dalam bidang keadministrasian, menurutnya Sekdes merupakan kepala Kantor, Kepala pemerintahan bidang administarasi, untuk itu dalam semua proses pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan harus betul-betul tertib administrasi, keberhasilan pemerintah desa dari sisi administrasi tidak terlepas dari peran penting seorang sekretaris desa, “amburadulnya administrsi desa, begitulah gambaran sekdesnya” bebernya. Disamping itu pula ia juga menekankan kepada seluruh jajarannya, semua perangkat  agar memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat,

 

Menyinggung soal prioritas pembangunan, ia memaparkan bahwa desa Tembeng Putik sangat membutuhkan ketersediaan air bersih dan keamanan, untuk itu diawal kepemimpinannya ia lebih memprioritaskan ketersediaan dan akan memaksimalkan tatakelola air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sedangkan dari sisi keamanan di tahun anggaran 2024 ia akan meprioritaskan masalah keamanan dengan membangun beberapa poskamling (pos keamanan lingkung), “masalah keamanan juga sangat penting untuk itu kita akan bangun Poskamling karena memang Tembeng Putik belum memiliki Poskamling yang memadai” pungkasnya.

 

Ditempat yang sama, Kasi Pemerintahan Kecamatan Wanasaba, H. Marzuki, SE, kepada Sekdes dan Kaur yang baru saja dilantik mengatakan bahwa momen tersebut merupakan awal dari pengabdian sebagai perangkat desa dalam upaya membantu kepala desa dalam melaksanakan proses pemerintahan dan pembangunan, “jadilah perangkat desa yang amanah, siap mengabdi, siap mengayomi dan siap melayani masyarakat” pintanya, ia juga mengajak kepada seluruh perangkat agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan niat untuk ibadah. Perangkat desa itu, lanjutnya, merupakan pembantu kepala desa, sehingga perangkat desa harus patuh pada pimpinan yakni kepala desa, ia mencontohkan banyak intruksi yang gagal dalam mencapai tujuan dikarenakan banyak yang tidak seiring sejalan dengan pimpinan, sehingga harus patuh dan loyal pada pimpinan. (Adhi)



Minggu, 17 Juli 2022

 


Ziat Wijaya, S.Sos. (Lurah Suryawangi)

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kelurahan Suryawangi Resmi ditutup yang ditandai  dengan membunyikan sirene oleh Lurah Suryawangi pada minggu malam bertempat di Kantor Lurah Suryawangi (17/7), STQ yang digelar mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Juli itu melombakan Cabang lomba Tilawatil Alquran dan Tahfiz Alquran tingkat anak-anak dan dewasa. Adapun tujuan diselenggarakannya STQ tingkat kelurahan Suryawangi adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengalaman isi kandungan Al-Quran serta memilih peserta terbaik di Kelurahan Suryawangi yang nantinya diikutsertakan pada MTQ tingkat Kecamatan Labuhan Haji. Pada STQ ke-27 yang diikuti oleh peserta dari tujuh lingkungan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Hakam, lingkungan Loang Sawak keluar sebagai juara umum pertama, kemudian disusul oleh linkungan Dasan Bantek menduduki peringkat ke-dua dan lingkungan Lengkok menyandang predikat juara umum ke-tiga.

Lurah suryawangi, Ziyat Wijaya, dalam sambutannya kembali mengatakan bahwa kendati waktu persiapan penyelenggaraan STQ itu relative singkat namun kegitan tersebut dapat diselenggarakan secara maksimal, hal ini dikarenakan atas  kerja keras dan kekompakan panitia penyelenggara serta dukungan masyarakat suryawangi secara umum,”atas kerja keras, kekompakan panitia dan dukungan masyarakat suryawangi, Alhamdulillah penyelenggaraan STQ ini dapat kita laksanakan dengan baik” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ziat Wijaya yang kini memasuki bulan ketiga memimpin Kelurahan Suryawangi merasa ada kedekatan emosional dengan warga masyarakat, untuk itu ia berharap hubungan baik tersebut dapat terbina secara berkelanjutan sebagai modal utama membangun Suryawangi kearah yang lebih baik, “walaupun baru tiga bulan, semacam ada kemisteri dengan warga masyarakat Suryawangi, kedekatan emosional mulai terjalin dengan masyaratakat”, sebutnya. Jalinan kemisteri yang dimakasud adalah dalam konteks dirinya sebagai Lurah dan warga masyarakat suryawangi yang dipimpinnya memiliki ikatan dan harmoni untuk menjalani kehidupan bersama mewujudkan Kelurahan Suryawangi yang aman, nyaman dan sejahtera.

Diakhir sambutannya, Ziat Wijaya yang pernah menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Haji itu menekankan kepada para peserta STQ untuk tidak puas dengan perolehannya saat ini, apa yang diraih pada STQ kali ini merupakan tangga awal kearah yang lebih tinggi, ia berharap kepada para pemenang untuk terus mengasah kemampuannya agar menjadi Qori’ Qori’ah, Hafiz Hafizah terbaik, baik ditinkgat kecamatan, kabupaten bahkan ke tingkat nasional agar dapat menjadi kebanggaan keluarga khususnya dan warga masyarakat Suryawangi pada umumnya, sedangkan yang belum beruntung saat ini, ia berharap untuk tidak putus asa, tidak berkecil hati, akan tetapi kegagalan ini harus dijadikan cambuk dan semangat untuk terus belajar dan belajar mengembangkan potensi yang dimiliki, “yang belum beruntung jangan putus asa tapi harus tetap belajar mengembangkan kemampuan diri” pintanya. (Adhi)

 


Selasa, 15 Maret 2022


 

Kasi PMD Kecamatan Wanasaba,
Dorong Upaya Pemberdayaan Masyarakat

 


Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa Bandok Kecamatan Wanasaba menyelenggarakan Musyawarah Desa (MUSDes) pembahasan dan penetapan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2022, selain pimpinan dan anggota BPD, Kepala Desa dan perangkatnya turut hadir pula Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan Pemerintah Kecamatan yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi PMD Kecamatan Wanasaba pada senin (14/3) di Aula Kantor Desa Bandok.

Pada kesempatan tersebut Kasi PMD Kecamatan Wanasaba, Herman, SH dalam pengantarnya menyebutkan bahwa kehadiran TPP selaku pendamping desa dinilai sangat penting dan masih dibutuhkan, keberadaan pendamping desa menjadi daya dukung dalam proses dan tahapan perencanaan pembangunan ditingkat desa, “percayalah keberadaan TPP akan cukup membantu, dari segi pendidikan cukup memadai, dan kemampuan tentu sudah terbekali untuk menutupi berbagai kekurangan kita di desa”, jelasnya.

Lebih jauh, Herman, SH yang baru satu bulan menjalankan tugasnya sebagai Kasi PMD di Kecamatan Wanasaba juga mengingatkan serta mendorong pemerintah desa untuk lebih menitik beratkan pada upaya pemberdayaan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan dan program pemerintah desa, karena menurutnya, pemberdayaan masyarakat dapat mengurangi angka penganguran, angka kemiskinan dan angka ketertinggalan sebuah desa, untuk itu diharapkan pemerintah desa dapat mengoptimalkan  anggaran yang mengarah kepada program-program pemberdayaan masyarakat,”dengan adanya pemberdayaan masyarakat maka akan dapat mengurangi angka penganguran, angka kemiskinan dan angka ketertinggalan” bebernya.

Sementara itu Koordinator TPP Kecamatan Wanasaba Muh. Fauzan, S.Si meminta pemerintah desa setelah dokumen APBDes ditetapkan agar segera mempublikasikan rincian umum APBDes tersebut dengan pembuatan baliho yang kemudian ditempatkan di tempat-tempat strategis. Keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dimaksudkan agar warga desa mengetahui berbagai informasi tentang kebijakan dan praktik penyelenggaraan pemerintahan yang dijalankan, dan juga sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa,”kita harapkan, setelah APBDes ini ditetapkan agar pemerintah desa segera membuat baliho, dan dipasang ditempat-tempat strategis, karena masyarakat punya hak untuk mengetahuinya dan juga sebagai bentuk transparansi pemerintah desa,”pungkasnya. (Adhi)


Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts