Kamis, 01 November 2012


Kisruh seleksi PPS jelang Pemilukada Lombok Timur.


FORUM KEPALA DESA vs KPU LOMBOK TIMUR

          Gendang  demokrasi segera ditabuh  dalam Pemilukada NTB yang sepaket dengan Pemilukada Lombok Timur makin merapat. Dalam hitungan bulan sekitar 7 bulan kedepan, pelaksanaan penentuan pilihan rakyat, persiapan pun mulai dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah selesai melaksanakan check list Daftar Pemilih yang berpatokan pada hasil P4B pemilukada 5 tahun yang lalu. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur telah melaksanakan ‘seleksi’ Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hasil dari seleksi yang dilakukan selama beberapa minggu terakhir telah diumumkan pada tanggal 29 Oktober 2012. Sepuluh orang anggota PPK di masing-masing Kecamatan, dan 6 anggota PPS untuk masing-masing desa/kelurahan (50 persennya sebagai Persiapan PAW dan 50 persennya diangkat berdasarkan keputusan KPU) telah pula diumumkan. Peserta tes dari masing-masing desa/kelurahan sedianya minimal berjumlah 6 orang, walaupun kemudian banyak juga yang kurang dari itu, tetapi mungkin karena alasan-alasan tertentu masih dapat dimaklumi dan diberikan kebijakan oleh KPU. Dalam seleksi tersebut meliputi tes tertulis, tes wawancara yang diberikan berupa tes memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan menjadi PPS serta tes mengoperasikan komputer program Exel seperti untuk penjumlahan, perkalian, pembagian dan pengurangan.
Setelah  pengumuman hasil ‘seleksi’ oleh  KPU ini menuai protes. Pertanyaan pertama timbul dari Forum Kepala Desa Lombok Timur, yang mengatakan bahwa KPU dalam memilih PPS tidak sesuai dengan konfirmasi awal. Dimana ketika merekrut calon, Kepala Desa diminta untuk merekomendasikan calon-calon PPSnya, namun kenyataannya banyak PPS yang lulus di luar rekomendasi Kepala Desa. Isu lain yang  juga muncul adalah bahwa rekomendasi Lurah diluluskan, sehingga memunculkan pertanyaan, Kenapa rekomendasi Kepala Desa banyak yang tidak lulus, sedangkan rekomendasi Lurah malah sebaliknya ?.
Di kawasan Taman Kota Selong tepatnya di depan kantor KPU Lotim, dalam orasinya, Forum Kepala Desa menuntut agar KPU melaksanakan seleksi ulang terhadap calon PPS. Bila tidak, maka Forum Kepala Desa Lombok Timur mengancam akan memboikot pelaksanaan Pemilukada. Sementara itu, Ketua KPU Lombok Timur Khairul Anwar, meminta agar Kepala Desa tidak memboikot pelaksanaan Pemilukada. Persoalan yang ada dapat disikapi dengan duduk bersama untuk menemukan solusi penyelesaian.
Sesuai dengan penjelasan yang disampaikan ketika pelaksanakan tes, bahwa PPS yang dibentuk ketika ini mesti 6 orang, dimana 3 diantaranya akan menjadi cadangan untuk PAW. Sebab masa kerja PPS kurang lebih sekitar dua tahun (walaupun dalam surat edaran KPU dikatakan masa kerja 8 bulan), yakni Pemilukada Mei 2013, pemilihan DPR, DPRD dan DPD April 2014, serta pemilihan presiden dan wakil presiden putaran pertama dan putaran kedua yang berakhir sekitar bulan September-Oktober 2014. Siapa tahu dalam jangka waktu tersebut ada PPS yang mempunyai pekerjaan yang lebih bagus dan meninggalkan tugas sebagai PPS, atau pergi ke luar daerah dan bahkan meninggal dunia, maka calon PAW inilah yang akan menggantikannya, paparnya.
Baru saja langkah pertama, penyelenggara pesta demokrasi ini, Komisi Pemilihan Umum kabupaten Lombok Timur sudah menerima protes dan isu tidak sedappun menyebar kemana-mana dan menjadi topik obrolan disetiap sudut taman kota selong, warung kopi dan tempat-tempat ngerumpi lainnya. Langkah awal ini sebetulnya merupakan kunci keberhasilan dari penyelenggaraan pelaksanaan kedaulatan rakyat. Namun apa yang terjadi, aksi protes, ketidak percayaan dan kekesalanpun mewarnainya. Mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah merupakan langkah yang terpenting saat ini. Jika  harus melakukan ‘tes’ ulang, tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kalau mengganti nama PPS yang lulus sesuai dengan rekomendasi kepala desa, juga hal yang sangat rawan. Membiarkan apa yang sudah menjadi keputusan KPU, juga berpeluang menimbulkan dampak yang buruk. Pertanyaanya kemudian, kapan PPS akan bekerja ?. Mengingat banyaknya pemekaran desa, data pemilih yang masih dapat dikatakan sangat mentah, waktu yang kurang lebih 5 bulan bukanlah waktu yang cukup untuk melakukan pengecekan data. Lebih-lebih dengan, masih terlalu banyak data yang tumpang tindih. Diantara tumpang tindih data tersebut adalah, penduduk yang sudah dimekarkan datanya masih tinggal di desa induk, banyaknya data ganda, dan nama-nama yang berasal dari luar desa juga tidak sedikit jumlahnya yang tentunya pula membutuhkan waktu yang cukup untuk membenahinya. (adhi)


Jumat, 05 Oktober 2012


Sejarah Kebohongan Tentang Agama


Cuplikan film “Innocent of Muslims” baru-baru ini menyebabkan kerusuhan gara-gara menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang cunihin, penganiaya anak dan penjahat. Beberapa orang Amerika, termasuk duta besar Amerika Serikat untuk Libya, Chris Stevens, tewas dalam aksi protes terhadap film tersebut.

Tetapi di balik kemarahan tersebut, masih belum jelas apakah film itu benar-benar ada. Yang baru ada hanyalah cuplikannya. Investigasi terhadap “film” anti-Islam tersebut sedang dilakukan, tapi masih belum ditemukan bukti apakah film itu ada atau hanya sebuah kebohongan.

Orang membuat kebohongan karena banyak alasan, tapi ketika penipuan dipadukan dengan hal yang berhubungan dengan agama hasilnya bisa menjadi menjadi sesuatu yang lucu hingga menjadi hal yang mematikan.

Berikut adalah tujuh sejarah kebohongan tentang agama:

1. Protokol tetua Zion
Mungkin ini adalah kebohongan tentang agama yang paling terkenal dan jahat dalam sejarah, “The Protokol of the Learned Elders of Zion” adalah sebuah buku yang seharusnya mengungkapkan sebuah rahasia konspirasi orang Yahudi untuk menguasai dunia.

Buku itu pertama kali muncul di Rusia pada 1905, dan meskipun buku tersebut telah dicap sebagai pemalsuan, buku itu masih terus dicetak dan tetap beredar. Banyak orang menudukung kebohongan tersebut, termasuk aktor Mel Gibson, Adolf Hitler, dan pemilik perusahaan mobil Henry Ford, yang pada 1920 membiayai penerbitan setengah juta kopi buku itu.

2. Kain kafan dari Turin (Shroud of Turin) dan relik suci lainnya

Meskipun banyak orang percaya bahwa Shroud of Turin Italia adalah kain kafan pemakaman Yesus, Ada bukti menarik bahwa kain kafan tersebut faktanya adalah sebuah kebohongan, termasuk surat pada 1389 dari Uskup Prancis Pierre d’Arccisto French Bishop Pierre d'Arcisto Pope Clement yang menyatakan bahwa seorang pelukis mengaku bahwa dia menulis surat tersebut.

Memang, bukti dari uskup tersebut sangat meyakinkan bahkan Pope Clement mengakui hal itu sebagai sebuah pemalsuan — salah satu peninggalan suci palsu yang tidak terhitung jumlahnya yang terus beredar saat itu. Usia karbon yang terdapat pada shroud of Turin ternyata tidak sama dengan saat penguburan Kristus tetapi dibuat 14 abad kemudian — tepatnya ketika seorang pemalsu mengaku membuat kain kafan itu. Bahkan yang lebih meragukan lagi, tidak ada catatan keberadaan kain kafan tersebut sebelumnya.

Jika itu adalah benar kain kafan penguburan Yesus Kristus, hal tersebut terlihat meragukan karena tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang kain itu selama 1300 tahun. Meskipun masih banyak orang percaya keasliannya, bukti sejarah dan ilmiah menunjukkan Shroud of Turin mungkin adalah sebuah kebohongan. Seperti ditulis peneliti Joe Nickell di dalam bukunya “Relics of the Jesus” (The University Press of Kentucky, 2007), kain kafan yang ditampilkan di Turin hanya salah satu dari lebih dari 40 kain kafan Yesus yang semua diklaim asli.

3. Raksasa Cardiff

Ketika para petani sedang mencangkul di Cardiff, New York, mereka menemukan sebuah fosil orang pada 1869 yang dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa. Cardiff Giant, nama populer fosil itu, adalah sebuah figur yang nyata dengan dimensi seperti manusia — kecuali tingginya yang hampir mencapai 3 meter. Itu sangat unik tapi figur tersebut menjadi perdebatan publik.

Sebagian orang percaya itu adalah ukiran batu, tapi siapa yang akan membuat ukiran batu itu beberapa tahun lalu yang dikubur sangat dalam di bawah tanah? Sebagian orang lainnya, termasuk pastor lokal, yakin bahwa figur tersebut adalah bukti dari kebenaran harfiah dari kitab Injil, terutama pada Genesis 6:4 (“Ada raksasa di bumi pada saat itu” KJV).

Akhirnya, salah satu dari raksasa yang disebutkan di dalam kitab tersebut, ditemukan di lahan pertanian desa di New York! Itu adalah kebohongan yang cerdas yang dibuat seorang laki-laki bernama George Hull yang telah menanam batu ukiran yang kemudian ditemukan para petani, yang membuktikan bahwa apa yang dijelaskan ahli literatur kitab Injil salah.

4. Permainan sulap guru India Sai Baba

Salah satu pemimpin spiritual paling berpengaruh di India, Satya Sai Baba meninggal tahun lalu pada usia 84 tahun. Selama lebih dari lima dekade guru kharismatik tersebut memesona dan membuat para pengikutnya tertegun dengan menunjukkan keajaiban kecil, termasuk membuat abu suci, jam tangan, patung, kalung dan cincin yang terlihat keluar dari udara.

Namun, para penyelidik yang meragukan keajaiban tersebut termasuk Basava Premanand dari Federation of Indian Rationist Associations menuduh Sai Baba menggunakan trik-trik sulap, dan mengatakan semua benda kecil tersebut mudah disembunyikan di dalam tangan dan jubah dengan lengan yang panjang.

Setidaknya dalam satu kasus Sai Baba terlihat dalam film yang dibuat penyelidik Professor Richard Wiseman yang secara rahasia menarik benda-benda kecil dari pengikutnya sambil berpura-pura benda tersebut entah datang dari mana.

5. Penemuan bahtera Nabi Nuh
Usaha menemukan bukti sejarah dan arkeologi dari kejadian tersebut di Injil sering dilakukan dan sebagian mengklaim menemukan bahtera nabi Nuh. Meskipun banyak orang mengatakan penemuan kapal tersebut adalah sebuah kebohongan, pada 1993 seorang pria membuat kebohongan di CBS TV dia acara yang berjudul “The Incredible Discovery of Noah's Ark”.

Acara tersebut menampilkan seorang pria bernama George Jammal, yang mengatakan telah menemukan kapal di sebuah pegunungan di Turki. Sebagai bukti dari penemuannya tersebut, dia dengan bangga menampilkan potongan kayu dari kapal tersebut. Kayu tersebut faktanya adalah kayu pinus yang diasinkan dalam saus kecap, dan Jammal adalah seorang aktor yang bahkan tidak pernah pergi ke Turki.

6. Makam James, Saudara Yesus

Pada 2002 seorang penjual barang-barang antik di Israel mengatakan telah menemukan sebuah kuburan dari batu kapur (digunakan untuk menahan tulang orang yang sudah meninggal) dengan sebuah prasasti dalam bahasa Aramik di salah satu sisi kotak yang mengidentifikasi isinya (kosong) sebagai “James, putra dari Yusuf, Saudara Yesus.”

Penemuan tersebut menjadi pemberitaan internasional karena jika itu benar, mungkin bisa memberikan bukti arkeologi untuk Yesus Kristus. Namun, banyak arkeolog merasa ragu karena beberapa alasan, termasuk karena tidak jelas asal (sejarah) benda tersebut dan karena pola ukiran mawar pada makam di sisi lain telah rusak termakan waktu, sementara tulisan di sekitar prasasti yang masih terlihat jelas menunjukkan bahwa tulisan tersebut baru saja ditambahkan.

Pembersih kapur juga terlihat digunakan pada tulisan tersebut agar terlihat lebih tua dari yang sebenarnya. Pada 2003 pihak otoritas barang antik di Israel menerbitkan laporan yang menyimpulkan bahwa prasasti tersebut adalah pemalsuan ukiran modern di makam tua.

7. Tuhan Bicara kepada Peter Popoff Melalui Radio Gelombang Rendah
Salah satu “televangelis” paling terkenal pada 1980-an adalah Peter Popoff, yang selama khutbah dan kesaksiannya, akan menyebut nama dan alamat rumah penonton yang belum pernah dia temui sebelumnya. Dia bahkan mengetahui detail profil orang seperti penyakit yang diderita anggota keluarga atau nama orang-orang yang telah meninggal. Tampaknya Popoff mendapat pesan tersebut dari Tuhan atau malaikat, dan hal itu membuat penonton dan pengikutnya sangat terkesan.

Pada 1986, pesulap James “The Amazing” Randi mendengar tentang kemampuan menawan Popoff dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan. Randi mencatat setiap hal kecil yang mungkin tidak diperhatikan orang lain: Popoff memakai alat bantu dengar atau earphone. Dengan sebuah scanner radio, Randi menemukan bahwa Popoff sebenarnya mendapat informasi biografi tentang penonton dari istrinya (yang berbicara lebih dulu kepada penonton) menggunakan radio. Skandal tersebut menodai jabatannya sebagai pendeta, tapi dia akhirnya berhasil bangkit dan tetap aktif sampai sekarang.




Sumber : http://id.berita.yahoo.com

Jumat, 28 September 2012

Muliadhi Adhi + Jumaidin Mustafa Kabi

PENDIDIKAN TINGGI DAN EKSISTENSI
MAHASISWA INTELEKTUAL KRITIS
DALAM BUDAYA KAPITALIS
Oleh :
Jumaidin Mustafa Kabi
( Mahasiswa STKIP Hamzanwadi Selong Prodi Sosiologi )

Modal intelektual adalah materi intelektual, Pengetahuan, Informasi, Hak Milik intelektual, Pengalaman yang dapat digunakan untuk menciptakan kekayaan”.
(Stewart : 1998)

  
Dehumanisasi Pendidikan

Pendidikan tinggi pada hakikatnya merupakan lingkungan hidup yang bernalar untuk memanusiakan manusia sesuai dengan citra manusia kini. Dengan demikian akan membentuk mahasiswa menjadi manusia intelektual yang mampu dan sanggup menjadi manusia  demi manusia lain dalam lingkup profesinya masing-masing.
Senada dengan ungkapan di atas, Drost Agus Suwigyo, (2008: 3-4) menegaskan bahwa memanusiakan manusia sebagai inti pendididikan. Proses pemanusiaan manusia menjadikan kemandirian individu bersangkutan tetapi juga “demi masyarakat karena manusia itu demi manusia lain”. Masih ditemukan nama-nama lain yang gagasan–gagasan pokoknya tentang pendididkan dapat dirujuk. Misalnya Paulo Friere memaklumkan pendidikan sebagai proses penyadaran. Ivan Ilich menganggap pendidikan sebagai suatu proses hidup bersama (sebuah komunitas).
Namun demikian di era kontemporer saat ini fakta menunjukkan bahwa banyak manusia yang tidak lagi menunjukkan kadar kemanusiaan; tidak punya malu, tidak peka, solider, dan tidak rasional. Bahkan banyak orang yang berpendidikan tapi tidak terdidik, dapat mendengar tapi tidak mendengarkan, kaya harta, miskin cinta, ningrat gaya hidupnya tapi bejat perilakunya. Di tengah ketidakmanusiawian manusia, harapan pada dunia pendidikan untuk mempelopori proses pemanusiaanpun pupus sebab dunia pendidikan telah menjadi bagian dari dehumanisasi karena berbagai kepentingan. Maka jika pendidikan memang dunia pendidikan memang dipahami sebagai proses menjadikan manusia manusiawi yang terpenting adalah perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena gagasan pendidikan sebagai humanisasi akan akan ditempatkan dalam kerangka mmenuju revolusi kebudayaan, maka harus dibuang jauh-jauh pemahaman dan pendefinisian pendidikan sebagai sekolah, lembaga kejuruan atau kampus. Pendidikan adalah perkara setiap orang dan setiap pihak meskipun memang ada pembagian porsi tanggung jawab dan peran.
Pemanusiaan dalam kerangka revolusi kebudayaan hemat saya adalah akan sangat strategis dan harus dimulai dari kemampuan pembenahan diri setiap individu manusia yang membentuk kebudayaan itu. Individu agen kebudayaan kita tiada lain adalah saya dan setiap diri kawan-kawan. Saya memilih revolusi dari diri sendri sebagai pintu masuk ke pintu revolusi masyarakat; revolusi mentalitas diri sendiri sebelum revolusi ke mentalitas bangsa. Revolusi diri sendiri merupakan agenda yang realistis dan tidak sekedar omong besar, seperti yang telah kita dengar dan telah kita saksikan.

 Eksistensi Dan Tipologi Mahasiswa.
Mahasiswa merupakan sekelompok elit intelektual  yang berkecimpung di dunia kampus. Kampus bagi mahasiswa merupakan lingkungan untuk menempa berbagai pengalaman aktual, pembentukan pemikiran yang ilmiah, dan wahana pengujudan propensitas (tingkah laku) yang progres dalam menciptakan suatu perubahan. Atau dengan kata lain kampus bagi mahasiswa adalah sarana pembentukan karakter dan aktualisasi jati diri sebagai agen perubahan (agen of change) dan agen control (agen of control), untuk siap menjadi yang terdepan dalam setiap upaya rekonstruksi tatanan kampus, lingkungan masyarakat dan tatanan bangsa yang lebih baik dan lebih maju.
Dinamika mahasiswa dalam sejarahnya membuktikan bahwa mahasiswa telah banyak menciptakan peristiwa sejarah sehingga eksistensi mahasiswa begitu berarti dan bersejarah dalam rekonstruksi pembagunan bangsa, yang tidak mudah terlupakan oleh siapapun yang sempat memikirkan siapa dan bagaimana dan sesungguhnya eksistensi mahasiswa di negeri ini. Peristiwa dan prestasi sejarah itu sebut saja perjuangan melawan penjajah, melenyapkan PKI dan perjuangan meruntuhkan rezim orde baru dan masih banyak peristiwa lain yang begitu indah untuk dikenang sebagai refleksi semangat idealis mahasiswa yang kontemporer.
Peristiwa sejarah itu bukanlah suatu prestasi yang diperoleh semudah membalikkan telapak tangan akan tetapi lahir dari keringat darah mahasiswa khususnya  mahasiswa intelektual kritis yang senantiasa respek terhadap kondisi sosial (social condition) kendatipun hanya demi suatu keadilan demi sebuah kebenaran, dan demi kemashalatan. Tapi, itulah semangat idealisme mahasiswa. Sehingga tidak mengherankan mahasiswa tidak pernah sepi dari perbincangan elemen bangsa, baik elemen partai politik, elemen birokrat, maupun elemen masyarakat biasa. Karena pada elit intelektual inilah masyarakat bangsa menaruh harapan. Lalu bagaimanakah kiprah mahasiswa intelektual kontemporer?, adakah harapan kepada mereka untuk melakukan gerakan pembaharuan demi suatu kemashalatan umat, bangsa dan negara?
Pertanyaan-pertanyaan tidaklah mudah untuk dijawab begitu saja akan tetapi terlebih dahulu penting kiranya untuk memahami tipologi mahasiswa kontemporer. Didalam berbagai literatur sangatlah sulit bahkan jarang ditemukan penjelasan atau uraian secara spesifik tentang tipologi mahasiswa. Kendatipun di lingkungan perguruan tinggi atau kampus yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa (central of study activity) lazim terdengar mahasiswa organisatoris, mahasiswa akademis, dan mahasiswa romantis. Namun demikian, sebutan tersebut hal yang klasik terdengar dan terus diwacanakan kebanyakan mahasiswa di lingkungan kampus. Oleh karena itu berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis selama  4 tahun berkiprah sebagai mahasiswa, eksistensi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dapat diklasifikasikan kedalam tiga (3) tipologi mahasiswa diantaranya : Mahasiswa intelektual kritis, mahasiswa intelektual birokratis, dan mahasiswa hedonis.
Mahasiswa intelektual kritis adalah kelompok mahasiswa yang secara kelembagaan tidak menduduki  jabatan struktural di tataran organisasi internal kampus, mulai dari BEM, HMPS hingga pada organisasi–organisasi internal lainnya. Tipologi mahasiswa ini bebas mengkritisi setiap realitas lingkungan kampus maupun realitas diluar kampus yang bertentangan dengan idealismenya. Karena tidak terikat dengan unsur apapun selain menjadi seorang mahasiswa dan secara organisatoris kesejahteraan organisasinya tidak berada di perguruan tinggi, manakala ada persoalan penting yang menyangkut kesejahteraan mahasiswa ataupun dalam rangka rekonstruksi tatanan kampus yang lebih maju, transparan, dan akuntabel.
Mahasiswa intelektual birokratis, tipologi mahasiswa ini adalah sekelompok mahasiswa yang secara struktural kelembagaan ditataran kampus memegang jabatan-jabatan struktural pada setiap organisasi-organisasi internal kampus dan secara birokratis dan implementasinya mahasiswa dalamm tipologi ini memilki kedekatan emosional yang cukup baik dengan pihak perguruan tinggi karena walau bagaimanapun mereka selalu berkoordinasi kepada pihak perguruan tinggi di setiap kegiatan keorganisasiannya dan kesejahteraannya menjadi tanggung jawab pihak perguruan tinggi. Pertanyaan kita adalah, sanggup dan mampukah mereka mengkritisi setiap kebijakan perguruan tinggi yang tidak berpihak kepada mahasiswa? Sementara secara emosional mereka sudah tidak memiliki jarak dengan pihak perguruan tinggi sebagaimana hubungan seorang ayah dan anak. 
Mahasiswa hedonis, mahasiswa tipologi ini adalah mahasiswa yang mengedepankan gaya hidup mewah dan hura-hura, serta yang secara intelektualitas mereka memilki cara berpikir yang rendah atau kurang memilki kemampuan berpikir kritis, inovatif dan kreatif, aktifitasnya hanya berkutat pada 4 K + 3 DP yaitu : Kamar, Kampus, Kantin, Kencan + Datang, Duduk, Diam dan Pulang. Jika diterminologikan 4K+ 3 DP secara medis rumus ini merupakan virus endemi yang jika penularannya merajalela kepada setiap entitas mahasiswa akan membahayakan tubuh bangsa ini. Bangsa ini tergerogoti sistem kekebalannya terhadap imperialisme negara adidaya karena sudah kehilangan generasi kritis sebagai tonggak penerus pelanjut sejarah kepemimpinan bangsa. Sebagai mahasiswa akankah kita seperti ini ataukah kita telah berada dalam kategori mahasiswa yang disebut hedonis?”

Idealisme Mahasiswa Intelektual Kritis dalam Budaya Kapitalis.
Mahasiswa intelektual dalam eksistensinya ditengah hiruk pikuk kehidupan akademis maupun diranah publik idealnya laksana pisau yang mampu merentas segala kebiadaban, kepalsuan, keserakahan, pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan penghianatan terhadap keadilan. Namun demikian dalam kehidupan akademis maupun kehidupan praktis mahasiswa intelektual kritis dihadapkan pada dua monster idealisme yakni idealisme materialis Carl Marx dan idealisme Max Weber. Idealisme materialis Carl Marx dengan tendensi utama adalah materi untuk mencapai kepuasaan sedangkan idealisme Max Weber mengajarkan kekayaan ide merupakan hal yang ideal dalam mewujudkan perubahan.
Ketika mahasiswa intelektual kritis dirasuki oleh idealisme materalis maka mahasiswa tersebut akan kehilangan tongkat dan terenggut nyalinya dalam perlawanan terhadap segala bentuk kezoliman. Semangat patriotis dan nasionalis akan pupus bergelimang kepalsuan, karena yang tersirat dalam benak mereka adalah kemewahan dan kepuasan materi. Sementara itu sekelompok mahasiswa intelektual kritis yang dasar pemikirannya berkiblat kepada idealisme Max Weber yang meyakinkan bahwa kekayaan ide merupakan hal yang ideal dalam mewujudkan perubahan, mereka tak henti-hentinya melakukan perlawanan atas setiap tindakan yang bertentangan dengan idealisme mereka yang tentunya untuk kemashalatan umat dan bangsa. Namun mencari sosok mahasiswa intelektual kritis yang masih memilki idealisme murni di era sekarang ini bak satwa langka yang harus dijaga dari kepunahan karena kelestarian keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran tergantung intervensi kaum intelektual muda ini.
Tertinggal sebilah pertanyaan, benarkah benih strategi perubahan secara persuasif hanya tumbuh di dada dan benak para mahasiswa intelektual kritis?. Kalau benar, mengapa demikian?. Sejatinya, manusia dan kebudayaan dalam fitrahnya bergerak menuju kemajuan. Untuk maju, mahasiswa intelektual kritis harus mampu berimajinasi, berkhayal dan membangun impian tentang ideal hidup di suatu bentangan kehidupan di masa yang akan datang. Mahasiswa intelektual kritis adalah mahasiswa yang kaya akan imajinasi. Suatu bangsa akan berjalan di tempat bila intelektual mudanya miskin akan imajinasi.
Di negeri ini, ketika kebebasan intelektual diarahkan pada kebebasan menerima satu asas tunggal Pancasila versi penguasa rezim orde baru, lahir banyak seniman, aktivis, dan jurnalis yang kaya akan imajinasi soal keindahan dan keberagaman, keunikan dalam kemajemukan dan kebebasan yang bertanggung jawab. Mereka kaya das sollen (yang seharusnya yang kita inginkan) tentang perubahan menuju dimensi baru dan menawarkan suatu ruang laboratorium demokrasi di negeri ini.
Sayang beribu sayang, das sein (yang nyata, yang terjadi), imajinasi tentang perubahan atau lahirnya negeri yang adil, makmur dan sejahtera setali tiga uang dengan ramalan datangnya zaman Ratu Adil Versi Mpu Tantular dalam buku Sutasoma. Perubahan itu penting, tetapi tak kalah  penting menjaga kepercayaan. Butir kata mutiara yang dilupakan kaum aktivis yang berkiprah lewat berbagai LSM di negeri ini. Ketika reformasi bergulir, ideal dandanan negara demokratis yang bebas korupsi disandarkan masyarakat luas pada bahu LSM benar-benar buyar.
Perjalanan waktu terungkap, strategi perubahan meraih idealisme yang sering diusung kalangan LSM atau organisasi non pemerintah sering kandas di tangan para aktivis itu sendiri. LSM ditengarai kehilangan orientasi perjuangan mereka. Rakyat negeri inipun kehilangan kiblat harapan mereka akan sosok pejuang demokratis ketika kalangan LSM dan aktivis berburu kursi kekuasaan. Akhirnya sayang beribu sayang ”otak-otak mereka yang cerdas kalah dengan godaan uang”.
Di zaman carut marut ini, kemiskinan, penderitaan, kegundahan hati dimaknai secara material. Manusia dalam segala segi kehidupannya dipotret dalam bingkai ukuran. Lantas manusia global saat ini terjebak melihat fakta hidup seperti angka statistik atau laporan survey lembaga tertentu. Sedangkan hal-hal yang tak tampak, irealitas, hipperealitas, sangat batiniah, rohaniah atau absurd diabaikan. Bukan bagian dari hidup manusia yang sesungguhnya.
Akibat langsung, ketika hal material diagungkan menjadi kenyataan maka imajinasi terkubur dan akhirnya manusia tak berani bermimpi lagi tentang perubahan karena memang telah mati daya impiannya. Sisi tragis ini telah dialami anak-anak negeri yang kehilangan imajinasi. Banyak film hiburan tentang dunia setan dan sinetron yang glamor di televisi menjadi indikator terakurat bahwa banyak anak bangsa yang terobsesi membangun kesejahteraan tanpa fondasi idealisme, cita-cita, impian, kerinduan, atau hasrat hati tanpa kerja keras dan kemauan baik bertumbuh dengan sesama. Inilah proses alienasi atas hidup ketika bidang intelektual dan rohaniah terpasung.
Ditengah arus informasi kekinian praktek kapitalis telah menjdi bagian yang terintegral pada kelompok elit berkuasa atas modal. Yang kemudian kekuasaan itu mampu melumpuhkan dan mengikis semangat idealisme elit intelektual yang senantiasa memperjuangkan nasip orang-orang tertindas. Budaya kapitalis dalam eksistensinya bertujuan untuk modal sebanyak-banyaknya. Lalu bagaimana idealisme mahsiswa intelektual kritis yang terperangkap oleh budaya kapitalis, mampukah mereka melumpuhkan gerakan kapitalis itu sementara disisi lain mereka menghrapkan materi?, masihkah mereka idealis sebagaimana layaknya mahasiswa intelektual kritis?

Pesan singkat untuk para aktifis
(SMS untuk para aktifis)
Karya : Jumaidin M.K
Kau para aktifis................
Kau para aktifis.................
Perjuangan mu harapan umat,
Perjuangan mu harapan bangsa
Perjuangan mu harapan orang-oran tertindas
Jkau hadir ditengah keserakahan
Kebiadaban dan kegelapan kemanusiaan
Kau bagaikan pisau yang merentas segala kepalsuan
Kebuadaban dan keserkahn parasit-parasit demokrasi di negeri ini
Idealismemu idealisme murni
Suaramu suara kebenarabn
Gerakan mu gerakan pembebasan
Musuhmu adalah penindasan
Bangkitkan semangat juangmu di bawah bendera kebenaran
Lakukan perubahan yang berperi kemanusiaan
Jangfan biarkan idealisme mu tercoreng oleh ,materialis kapitalis
Kesuksesan mu adalah do’aku untukmu para aktifis.......!!!



Tuaq Adhi

Aku hanya menulis ketika ada bisikan hati. Aku tak akan menulis jika terpaksa apalagi dipaksa. Karena Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki.

Utama

Cari Disini

Adhi. Diberdayakan oleh Blogger.

Ucapan

TERIMAKASIH TELAH BERKUNGJUNG DI Senandung Anak Desa

Translate

Kutipan

Semua manusia memliki potensi utk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yg benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikirn yg mengklaim sbg benar secara mutlak, dan yg lain berarti salah secara mutlak, adlh pemikiran yg bertentangan dgn kemanusiaan dan keTuhanan.

Note

Tidak ada satupun peradaban yang terlahir di bumi ini tanpa proses hijrah, Harimau yang terkenal sebagai raja rimba akan tetap dalam kelaparan kalau dia tidak meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, keindahan sayap kupu-kupu akan menjadi keindahan pribadi tanpa bisa di nikmati orang kalau dia tidak meninggalkan kepompongnya, begitu juga halnya dengan manusia dia tidak akan mernjadi manusia paripurna kalau dia tidak meninggalkan kampung halamannya untuk menggali ilmu ilahi.

Popular Posts